Sumbu Borneo

Tiket Manual Kapal di Bontang Rawan Calo, Dishub Dorong Sistem Online

Advedtorial-SumbuBorneoID
Bagikan :

BONTANG.SUMBU BORNEO.ID– Penggunaan tiket manual pada sejumlah rute kapal di Kota Bontang dinilai masih membuka celah praktik percaloan. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mendorong operator segera beralih ke sistem digital guna meningkatkan transparansi layanan.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Bontang, Welly Sakius, menyebut perbedaan sistem pemesanan tiket menjadi faktor utama munculnya potensi penyimpangan di lapangan.

“Kalau yang sudah online itu celahnya kecil. Tapi yang masih manual ini yang rawan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, layanan kapal milik PELNI saat ini telah menerapkan sistem tiket online sehingga lebih tertata dan minim potensi penyalahgunaan.

Sebaliknya, pada operator lain yang masih menggunakan sistem konvensional, peluang praktik percaloan masih terbuka, terutama di titik keberangkatan.

Menurut Welly, kondisi ini kerap dimanfaatkan oknum tertentu yang menawarkan jasa pengurusan tiket kepada calon penumpang, khususnya mereka yang datang dari luar daerah.

“Biasanya penumpang dari jauh ingin cepat, jadi ambil jalan praktis meski harus bayar lebih mahal,” jelasnya.

Dishub menilai, digitalisasi tiket menjadi solusi paling efektif untuk menekan praktik tersebut sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan transportasi laut.

Selain itu, sistem online juga dinilai mampu memberikan kepastian harga serta ketersediaan tiket secara lebih transparan.

“Kalau semua sudah online, praktik seperti itu bisa ditekan,” tegasnya.(ADV)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!