BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang meningkatkan intensitas pemantauan kualitas udara dan air sebagai langkah menjaga lingkungan tetap sehat di tengah aktivitas industri dan pertumbuhan kota.
Pemantauan kualitas udara dilakukan menggunakan metode passive sampler yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Alat ini digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran udara secara berkala dalam periode tertentu.
“Kualitas lingkungan harus terus kita jaga secara berkala,” ujar Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, Selasa (1/4/2026).
Sementara itu, pengawasan kualitas air dilakukan melalui pengujian rutin terhadap badan air seperti sungai dan drainase di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan memastikan tidak terjadi pencemaran yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun ekosistem.
DLH juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran dengan melakukan verifikasi di lapangan, pengambilan sampel, hingga analisis laboratorium.
“Pemantauan ini penting untuk memastikan kondisi udara dan air tetap dalam batas aman,” lanjut Heru.
Pengawasan lingkungan difokuskan pada kawasan yang berdekatan dengan aktivitas industri, yang dinilai memiliki potensi lebih besar terhadap risiko pencemaran.
DLH menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan guna menjaga kualitas lingkungan di Kota Bontang.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas industri,” tegasnya.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam mendukung pengawasan lingkungan. Warga diminta aktif melaporkan jika menemukan indikasi pencemaran di sekitar tempat tinggal.
“Jika ada indikasi pencemaran, silakan lapor,” tutup Heru.(ADV)
