Puisi
Sang Nahkoda menatap cakrawala di tengah badai
Arungi gelombang protes menuju dermaga impian
Nyalakan pelita bagi hati yang suram
Dari tangan yang tulus
Tegak tegas dalam arus gelombang
Tak goyah dalam terpaan kebenaran
Memikul beban menapak jalan terjal tanpa tahta
Dalam renungan malam hening
Secangkir kopi
Menuntun peta jalan damai
Dalam riuh gempita
Menyongsong arunika dalam peluh badai berlalu
Samarinda, 10 Mei 2026
Salim Majid
