Sumbu Borneo

Angkot Kian Sepi di Bontang, Dishub Siapkan Strategi Baru

Advedtorial-SumbuBorneoID
Bagikan :

BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Penurunan minat masyarakat terhadap angkutan kota (angkot) mulai terasa di Kota Bontang. Kondisi ini disebut tidak hanya terjadi secara lokal, tetapi juga menjadi tren di berbagai daerah di Indonesia.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang mengakui, melemahnya penggunaan angkot dipicu oleh meningkatnya penggunaan ojek online serta tingginya kepemilikan kendaraan pribadi di kalangan masyarakat.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Bontang, Welly Sakius, mengatakan perubahan pola transportasi ini sulit dihindari karena dipengaruhi perkembangan teknologi dan gaya hidup.

“Angkot itu memang perlahan redup. Di banyak kota juga sama, karena adanya ojek online dan masyarakat sudah banyak punya kendaraan sendiri,” ujarnya.

Meski begitu, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk menyediakan layanan transportasi publik yang layak dan terjangkau.

Sebagai langkah adaptasi, Dishub Bontang terus menyiapkan berbagai inovasi agar layanan tetap relevan dan diminati masyarakat.

Salah satu referensi yang dijadikan acuan adalah program Buy The Service (BTS) yang telah diterapkan di Balikpapan. Program tersebut sempat mendapat subsidi pemerintah pusat sebelum akhirnya dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah.

“Balikpapan jadi contoh karena sudah jalan lebih dulu. Bahkan Samarinda juga sudah mulai merancang program serupa,” jelasnya.

Di Bontang, konsep BTS sebenarnya telah dirancang sejak 2025. Namun, implementasinya harus ditunda dan kini diarahkan ke skema pengadaan armada oleh pemerintah daerah.

Dishub menilai pendekatan ini dapat memberikan kendali lebih besar terhadap layanan, sekaligus memastikan keberlanjutan operasional.

“Ke depan kita ingin layanan ini bisa lebih menarik, termasuk rencana bus gratis bagi pelajar yang diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat,” tambahnya.

Dishub optimistis, melalui inovasi dan penyesuaian kebijakan, transportasi umum di Bontang tetap dapat bertahan di tengah perubahan zaman.

“Kita harus tetap hadirkan layanan. Tinggal bagaimana inovasinya agar masyarakat mau menggunakan,” tutupnya.(ADV)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!