BONTANG.SUMBU BORNEO.ID– Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyusun rencana pengadaan dua unit bus pada 2027 sebagai langkah memperkuat layanan transportasi publik.
Rencana ini mencuat setelah program Buy The Service (BTS) yang sebelumnya disiapkan harus ditunda akibat kebijakan efisiensi anggaran pada 2026.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Bontang, Welly Sakius, mengungkapkan bahwa awalnya pemerintah telah merancang pengadaan sekitar sembilan unit bus melalui skema BTS.
“Awalnya kita sudah siapkan program BTS dengan sekitar sembilan unit bus. Tapi karena efisiensi anggaran, program itu dipending,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, skema BTS memungkinkan pemerintah hanya membayar layanan operasional tanpa harus memiliki armada secara langsung.
“Kalau BTS itu kita hanya bayar layanan. Setelah kontrak selesai, busnya kembali ke operator. Jadi pimpinan mengarahkan agar kita pengadaan sendiri,” jelasnya.
Pemerintah kemudian mengevaluasi skema tersebut dan memilih opsi pembelian langsung agar aset kendaraan menjadi milik daerah.
Dua unit bus yang direncanakan akan memiliki fungsi berbeda. Satu unit diperuntukkan khusus pelajar, sementara satu lainnya melayani masyarakat umum di dalam kota.
“Bahkan ada kemungkinan layanan ini digratiskan, tergantung kebijakan pimpinan daerah nantinya,” tambah Welly.
Untuk memastikan efektivitas layanan, Dishub Bontang akan melakukan kajian rute sepanjang 2026 dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta titik aktivitas utama.
“Rute akan kita sesuaikan dengan kebutuhan warga dan pusat aktivitas kota supaya tepat sasaran,” katanya.
Saat ini, layanan bus sekolah di kawasan Bontang Lestari telah berjalan hampir tujuh tahun dan dinilai cukup membantu mobilitas pelajar.
“Ke depan kita ingin tambah layanan, khususnya di wilayah kota,” pungkasnya.(ADV)
