Sumbu Borneo

DLH Bontang Tekan Beban TPA, Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah

Advedtorial-SumbuBorneoID
Bagikan :

BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang terus memperkuat strategi pengelolaan sampah guna menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kian meningkat.

Fokus utama diarahkan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya, terutama melalui pemilahan di tingkat rumah tangga serta optimalisasi fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Langkah ini dinilai krusial seiring bertambahnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. DLH menegaskan, pengelolaan dari hulu menjadi kunci agar ketergantungan terhadap TPA dapat dikurangi.

Selain itu, program Jelita (Jemput, Beli, Tabung Sampah) turut diintensifkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi.

Melalui program ini, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan dikelola secara produktif oleh warga, sekaligus menjadi tambahan penghasilan.

DLH juga memperkuat peran bank sampah sebagai bagian dari sistem pengelolaan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pengurangan Tempat Penampungan Sementara (TPS) konvensional mulai dilakukan secara bertahap di sejumlah titik. Kebijakan ini bertujuan menjaga estetika kota sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar membuang sampah pada lokasi dan waktu yang telah ditentukan.

Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui sosialisasi dan pelatihan, termasuk pemahaman terkait pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengolahan sampah organik menjadi kompos di tingkat rumah tangga.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Bontang, Syakhruddin, menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, disiplin masyarakat dalam membuang sampah sesuai waktu dan tempat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pada intinya kita harus menjaga lingkungan,” pungkasnya.(ADV)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!