BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Kasus tiket bodong sempat terjadi di pelabuhan Bontang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dinas Perhubungan (Dishub) mengungkapkan tiket tersebut tidak dapat diverifikasi saat proses pemeriksaan.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Bontang, Welly Sakius, menjelaskan temuan tersebut terungkap saat petugas melakukan pengecekan barcode pada tiket penumpang.
“Kemarin sempat ada kasus tiket bodong. Waktu dicek, barcode-nya tidak bisa terbaca,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Kasus ini langsung ditindaklanjuti dan pelaku berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum. Pemerintah memastikan kejadian tersebut tidak berlarut dan telah ditangani sesuai prosedur.
Sebagai respons, Dishub memperketat pengawasan terhadap proses penjualan tiket, terutama pada layanan yang masih menggunakan sistem manual yang dinilai lebih rentan disalahgunakan.
Dishub juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan hanya membeli tiket melalui jalur resmi untuk menghindari potensi kerugian.
“Kami harap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada pihak yang tidak jelas,” katanya.
Ia menegaskan, pembelian tiket sebaiknya dilakukan langsung melalui kantor resmi operator, seperti PELNI, guna memastikan keaslian tiket.
“Harap masyarakat langsung beli tiket ke Pelni saja,” pungkasnya.(ADV)
