TENGGARONG.SUMBU BORNEO.ID— Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (DPRD Kaltim), Fuad Fakhruddin, menghadiri Rapat Monitoring & Evaluasi (Monev) Fasilitasi Pembahasan Capaian Status Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2025 yang diselenggarakan Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Acara ini digelar sebagai bagian dari upaya Pemprov Kaltim untuk menjawab tantangan pembangunan di tingkat desa—mulai dari akses infrastruktur belum merata, layanan dasar yang tertinggal, hingga peningkatan kapasitas SDM di desa-desa.
Dalam sambutannya, Fuad Fakhruddin menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam mengintervensi pembangunan desa melalui data IDM yang akurat sebagai tolok ukur status desa—mulai dari sangat tertinggal hingga mandiri.
“Kami dari DPRD Kaltim sangat mendukung penuh dan siap bersinergi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan anggaran dan program pembangunan di desa.
“Tidak ada lagi desa yang terabaikan. Peningkatan status desa adalah kunci keberhasilan pembangunan Kaltim secara keseluruhan,” tegasnya.
Diharapkan, melalui langkah sistematis ini—yakni evaluasi, sinkronisasi data, dan intervensi tepat sasaran—pemerataan pembangunan desa di Kalimantan Timur dapat semakin cepat dan menyeluruh.(Adv)
