BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Pemkot Bontang memastikan bahwa tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam akses pendidikan dan informasi.
Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, saat meluncurkan program Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia ( Persia ) dan Motor Keliling Literasi ( Si Mokel Lincah), belum lama ini.
Agus Haris menyebut kedua program ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat yang beragam.
“Melalui Persia dan Si Mokel Lincah, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Bontang—baik lansia, penyandang disabilitas, generasi muda, maupun yang tinggal di wilayah sulit terjangkau—memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, membaca, dan berkembang,” ujar Agus Haris,dikutip dari bontangkota.go.id,(10/9)
Menurutnya,program Si Mokel Lincah hadir sebagai upaya pemerintah untuk proaktif menjangkau warga di berbagai sudut kota.
Dengan berkolaborasi bersama komunitas literasi seperti Kampung Dongeng, motor perpustakaan keliling ini akan membawa dunia pengetahuan lebih dekat kepada masyarakat.
Sedangkan Persia, menjadi wujud nyata visi Bontang sebagai kota inklusif. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan bagi para lansia dan penyandang disabilitas, dengan menyediakan koleksi buku braille, audio book, serta beragam pelatihan keterampilan yang memberdayakan.
Agus Haris menambahkan bahwa, semangat inklusivitas ini juga dirayakan dengan memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba literasi dari berbagai kalangan.
Bahkan, salah satu juara pertama akan menjadi duta Bontang dan Kalimantan Timur di tingkat nasional, sebuah bukti bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berprestasi jika diberi kesempatan.
Peluncuran ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama lintas sektor antara DPK dengan berbagai dinas, organisasi profesi, dan komunitas, mengukuhkan sinergi untuk membangun SDM unggul.
Dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng, Pemkot Bontang berharap program ini menjadi awal baru bagi terwujudnya masyarakat yang cerdas, berdaya, dan setara.(**)
