MAKASSAR.SUMBU BORNEO.ID Pagi yang cerah, dari dalam pelataran Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar ( UNM ) nampak para mahasiswa – mahasiswi mengikuti prosesi pengukuhan.
Mereka memakai pakaian kebesaran, maklum pagi itu Universitas kebanggaan Indonesia timur ini menggelar prosesi sakral bernama wisuda, Rabu, 17 September 2025.
Ada 1000 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan yang dikukuhkan setelah menempuh perjalanan panjang di dunia pendidikan.
Senyum sumringah dari wajah – wajah mereka masih segar dan muda – muda terutama yang masih lulus Strata 1.
Rektor UNM Prof Dr.Karta menyampaikan ucapan selamat kepada 1000 lulusan Universitas Negeri Makassar ( UNM ) periode September 2025, atas pencapaian gelar akademik tertinggi mereka, serta mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah membimbing dan mendukung para mahasiswa selama masa studi dengan pengorbanan dan doa yang tulus.
Prof.Karta Jayadi juga memberikan motivasi khusus kepada para wisudawan yang belum memperoleh pekerjaan.
“Para wisudawan yang belum mendapat kerja sampai sekarang, semoga senantiasa segera mendapat pekerjaan dan dapat menjadi andalan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses belajar tidak berhenti. Meski mereka telah melepas almamaternya. Namun, Rektor UNM berharap para wisudawan menunjukkan jati diri dalam bidang yang digeluti dan memiliki daya juang yang tinggi untuk menghadapi masa depan.

Filosofi Toga
Hari ini, 1000 Toga warnai prosesi pengukuhan para lulusan UNM. Apa itu toga?, ternyata filosofi toga merupakan salah satu perlengkapan wajib saat wisuda. Proses untuk bisa memakai toga tak mudah. Seseorang harus berjuang bertahun-tahun melalui masa kuliah agar kamu bisa memakainya dengan bangga saat wisuda.
Tentunya hampir semua orang tak asing dengan bentuk toga. Tapi, di balik bentuk toga yang biasa dilihat tersebut, ternyata memiliki makna tersendiri.
Sebagaimana dikutip dari laman amanat.id, berikut makna toga wisuda:
1. Warna hitam yang berati kegelapan
Seperti yang sering kita lihat, toga identik dengan warna hitam. Tapi apa sebenarnya arti di balik warna hitam? Warna hitam melambangkan keagungan. Selain itu, warna hitam mempunyai kesan misterius dan juga gelap yang jelas.
Warna hitam pada toga yang berarti misteri dan kegelapan inilah yang harus dikalahkan oleh seorang sarjana. Dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapatkan pada masa kuliah, seorang sarjana diharapkan dapat menyibak kegelapan.
2. Topi persegi yang artinya sudut pandang
Apakah kalian pernah bertanya kenapa topi wisuda harus persegi? Nah, ternyata sudut-sudut pada topi ini dimaksudkan agar mahasiswa yang telah memakainya, dituntut untuk berpikir secara rasional. Tidak hanya itu, topi toga juga berarti seorang sarjana harus memandang sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jangan sampai setelah lulus dari perguruan tinggi, tapi pikiran dan perbuatannya masih saja sempit dan labil.
3. Maksud pemindahan tali toga dari kiri ke kanan
Pada saat puncak acara wisuda, umumnya sarjana dipanggil satu persatu untuk maju ke depan. Kemudian tali pada topi toga akan dipindah oleh Rektor dari kiri ke kanan.
Ternyata pemindahan tali pada topi toga diibaratkan sebagai otak. Awalnya di sebelah kiri karena pada saat kuliah, mahasiswa menggunakan otak kiri yang berhubungan materi, bahasa, dan juga hafalan. Ketika wisuda, tali dipindah ke kanan dengan harapan sarjana lebih menggunakan otak kanan yang berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas dan juga inovasi.
Seorang sarjana, diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri dan orang lain dengan bekal kreativitas, imajinasi dan juga inovasi.
Tidak hanya menggunakan otak kiri saja yang pada dasarnya hanya materi dan masih mengandalkan perkerjaan pada orang lain. Selain itu tali toga juga diibaratkan sebagai simbol pita pembatas buku. Pembatas akan dipindahkan saat membuka lembaran buku yang baru.
Ini diartikan sebagai seorang sarjana hendaknya terus belajar dan menambah wawasan walaupun sudah lulus dan wisuda sehingga ilmunya berkembang.(*)
