Sumbu Borneo

KM Aditya Menembus Gelombang Malam

oplus_1056
Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :
Gelombang Laut di Malam Hari (Foto : sumbuborneo)

Catatan Perjalanan Pare – Samarinda (2)

Mengarungi lautan bersama KM Aditya memberi kesan tersendiri. Seperti apa keseruan perjalanan menuju Samarinda? Berikut laporan wartawan Sumbuborneo.id Salim Majid.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari pelabuhan laut Pare-pare, Sulsel. Akhirnya pukul 17.40 Wita KM.Aditya telah memasuki perairan Majene.

Dari kejauhan nampak gunung – gunung dan perahu cadik mandar ( Lopi Sandeq). Penanda itu menunjukan bahwa daerah tersebut wilayah Kabupaten Majene.  Angin sore jelang malam mulai berembus kencang mengelus-elus wajah. Dingin pun mulai menembus kulit.

Jelang pukul 20.00 malam KM Aditya mulai memotong laut menuju pulau Kaltim. Hanya nampak kedap – kedip lampu perahu nelayan yang di ombang-ambing gelombang laut.

Suara komandan adzan subuh mulai terdengar dari pengeras suara. Usai sholat subuh kami menuju kantin kapal, segelas kopi hangatkan tubuh dan sebutir telur bebek cukup mengganjal perut.

Pagi mulai menyambut, mendung nampak terlihat diatas langit. Hujanpu mulai turun menyapu lautan. Tak lama lagi kapal akan memasuki mulut sungai Mahakam.(bersambung)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!