BONTANG.SUMBU BORNEO.ID –
Malam syukuran usai pelantikan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kota Bontang menghadirkan jebolan Liga Dangdut ( LIDA )
Selfi Yamma atau yang akrab disapa Selfi LIDA.
Selfi LIDA, sukses menghipnotis ribuan penonton yang memadati Stadion Bessai Berinta, Lang-lang, Senin malam, 26 Januari 2026.
Artis asal Kabupaten Soppeng ini tampil memukau dalam balutan busana berwarna merah marun yang anggun, selaras dengan semangat membara masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan.
Histeris penonton pecah saat Selfi mulai melantunkan nada hingga banjir saweran. Tak hanya membawakan hits dangdut nasional, jawara LIDA kelahiran 7 September 1999 ini juga membangkitkan rasa rindu kampung halaman lewat sederet lagu daerah Bugis, antara lain lagu Puada Pappoji ko Mappojiki, Tosiamaseang, Cidda Gerri dan beberpa lagu Bugis lainnya.
Suasana mencapai puncaknya ketika lagu pamungkas “Bang Toyib” dibawakan. Sorak-sorai dan gemuruh ribuan penonton seolah tak berhenti memenuhi ruang udara Stadion Bessai Berinta hingga akhir pertunjukan.
Di balik kemeriahan panggung, acara ini juga menjadi ajang unjuk kekayaan budaya dan penguatan ekonomi lokal.
Ketua Panitia Pelantikan KKSS yang juga Staf Ahli PKSDM Setda Kota Bontang, Lukman, menjelaskan bahwa malam syukuran ini sengaja melibatkan 24 pilar KKSS serta para pelaku UMKM.
“Kegiatan ini bertujuan membantu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM di Kota Bontang sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan kepada masyarakat umum,” ujar Lukman, dikutip dari laman resmi Pemkot Bontang.
Tak kurang dari 50 Stan turut ambil bagian, mulai dari UMKM binaan DKUMPP hingga UMKM mandiri.
Pengunjung dimanjakan dengan berbagai hidangan autentik seperti nasu palekko, coto kuda, kue bosara, hingga aneka kue tradisional Bugis-Makassar. Setiap stand pun tampil estetik dengan hiasan pernak-pernik khas Sulawesi Selatan.
Tak hanya tenant jajanan, panitia juga menyediakan stand pamer pusaka khas Sulawesi, seperti badik, keris dan tombak.
Selain itu, pihak panitia juga menghadirkan stand pameran benda pusaka. Kehadiran pameran ini menambah kesan sakral dan menghidupkan kembali marwah budaya Sulawesi Selatan di tengah hiruk-pikuk modernitas Kota Bontang.
Malam pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi pesta rakyat yang mempererat silaturahmi sekaligus memutar roda ekonomi warga Kota Taman. (*)
