SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID – Ribuan jemaah hadir memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekaligus menyambut malam Nisfu Sya’ban, yang berlangsung di Masjid Baitul Hikmah, Islamic Centre, Samarinda, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam suasana penuh khidmat, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan pesan-pesan penting bagi pembangunan daerah.
Mengawali sambutan Gubernur, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi yang mendalam dan ucapan terima kasih kepada para tokoh agama dan alim ulama di Kalimantan Timur.
“Bapak Gubernur Rudy Mas’ud menitipkan salam takzim dan terima kasih kepada para tokoh agama. Peran Bapak-Ibu sekalian sangat vital dalam menjaga kerukunan serta menjadi pembimbing moral bagi masyarakat kita di Benua Etam,” ujar Sri Wahyuni, dikutip dari kaltimprov.go.id,(2/2).
Dalam momentum Isra Mi’raj dan Nisfu Sya’ban yang jatuh secara berdekatan, Sekda menekankan bahwa kekuatan sebuah daerah bermula dari kekuatan spiritual masyarakatnya.
Ia mengajak seluruh orang tua dan pendidik untuk memperkuat ibadah salat di setiap generasi.
Sri mengatakan bahwa Shalat harus menjadi pondasi utama. Jika ingin mewujudkan Generasi Emas, maka nilai-nilai shalat harus tertanam kuat sejak dini.
“Inilah yang akan membentengi anak-anak kita dari dampak negatif perkembangan zaman,” ujarnya.
Pesan utama dari Gubernur Rudy Mas’ud, sebut Sri adalah menekankan arah pembangunan Kaltim.
Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur. Seperti jalan dan gedung.
“Tetapi yang jauh lebih utama adalah bagaimana kita memperkuat akhlak. Jiwa masyarakatnya harus dibangun agar menjadi masyarakat yang beradab dan berintegritas,” kata Sri.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Sri Wahyuni mengajak jemaah untuk memperbanyak zikir di malam Nisfu Sya’ban dan meluruskan niat dalam bersilaturahmi sebagai bagian dari ibadah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah demi persatuan daerah.
Kegembiraan Menyambut Ramadhan: Ramadhan adalah bulan istimewa, maka umat Muslim diminta menyambutnya dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan.
Menjaga Kesatuan: Di tengah keberagaman, masyarakat harus tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi.
Menutup sambutan tersebut, Sekda mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan agar Kalimantan Timur senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga Kaltim selalu diberi hidayah oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala marabahaya, serta masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan dan keberkahan,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama dan ceramah agama yang diikuti dengan antusias oleh jemaah dari berbagai penjuru.(*)
