Menelusuri Kehidupan Nelayan Asal Mandar di Bontang Selatan (2)
Suasana yang akrab, Ishak tengah duduk telanjang dada dengan dialek mandar mengurai harapannya kepada pemerintah daerah Sulbar untuk memberi perhatian kepada para nelayan.
” Kalau pemerintah bisa membantu biaya pemasangan rompong akan lebih baik,” ujarnya polos.
Ishak mengungkapkan, jika ketergantungannya kepada punggawa ikan di Bontang adalah hal yang tak bisa dihindari.
Hal senada diungkapkan Aksan, nelayan asal Mandar ini berujar bahwa biaya pemasangan rompong dibiayai oleh pemodal ( punggawa rompong ) di Bontang.
” Jadi semua biaya kebutuhan ditanggung pak,” ungkap Akhsan kepada sumbuborneo.id saat ditemui di perkampungan nelayan Bontang Selatan, Kamis, 14 Agustus 2025.
Secarah terpisah, Kadis DKP Sulbar Suyuti Marsuki mengatakan, mereka ( nelayan ) asal Mandar itu lebih memilih ke Bontang. Karena harga ikan di sana lebih mahal dibandingkan di Sulbar.
” Kami sering memberi bantuan rompong kepada nelayan. Cuma tahun ini ada efesiensi,” ujarnya.
Meski demikian, Suyuti Marzuki mengakui bahwa perputaran uangnya masuk ke Bontang.(sm/SB)
