Sumbu Borneo

Pemkot Bontang Perkuat P4GN, Libatkan Semua Pihak

Advedtorial-SumbuBorneoID
Bagikan :

BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersinergi dengan BNNK Bontang menggelar Rapat Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini melibatkan instansi vertikal, OPD, camat, lurah, hingga perwakilan perusahaan.

Rapat tersebut menjadi langkah konkret memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan peredaran narkotika di Kota Bontang.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Permasalahan narkoba tidak bisa ditangani satu pihak saja. Pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha harus terlibat aktif agar pencegahan di Kota Bontang lebih efektif,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah telah menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2023 dan membentuk Tim Terpadu P4GN untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Kami juga membentuk Kelurahan Bersinar dan Satgas Anti Narkoba sebagai upaya pengawasan di tingkat masyarakat,” tambahnya.

Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy, menyebut edukasi menjadi fokus utama, terutama di sektor pendidikan yang menyasar puluhan ribu pelajar.

“Sekitar 50 ribu pelajar menjadi perhatian kami dalam program edukasi agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba sejak dini,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa upaya tersebut membuahkan hasil dengan masuknya inovasi pencegahan narkoba Bontang dalam 23 terbaik tingkat nasional pada 2025.

Sementara itu, Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan meski angka prevalensi di Bontang relatif rendah.

“Meski prevalensi relatif rendah, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan agar Bontang tetap aman dari ancaman narkotika,” ucapnya.

Melalui rencana aksi ini, pemerintah berharap sinergi lintas sektor mampu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Ini bagian dari upaya bersama menuju generasi sehat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(ADV)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!