Sumbu Borneo

Potret Pendidikan di Pedalaman Kutim, Anak-anak Tiap Hari Bertaruh Nyawa

Sejumlah anak sekolah di Desa Longjak, Kecamatan Busang, Kutai Timur, menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk menuju sekolah karena belum adanya jembatan penghubung.(Tangkapan Layar)
Pendidikan-SumbuBorneoID
Bagikan :

KUTIM.SUMBU BORNEO.ID– Akses pendidikan di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Timur masih dihadapkan pada persoalan mendasar.

‎Di Desa Longjak, Kecamatan Busang, anak-anak harus menyeberangi sungai menggunakan perahu setiap hari demi bisa bersekolah.

‎Kondisi ini mencerminkan belum meratanya pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil yang hingga kini belum memiliki jembatan penghubung antarwilayah.

‎Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat para siswa menyeberang sungai dengan perahu sederhana. Situasi tersebut memicu kekhawatiran karena aktivitas itu berisiko terhadap keselamatan, terutama bagi anak-anak.

‎Unggahan akun Instagram @emakfarida77 turut memperkuat gambaran kondisi di lapangan. Dalam video tersebut, seorang warga mengungkapkan lamanya penantian pembangunan jembatan yang belum juga terealisasi.

‎Ia bahkan mengaku telah menunggu sejak masih berstatus pelajar, hingga kini memiliki anak dan cucu yang mengalami kondisi serupa.

‎”Memang mahal kah? Apa memang selama ini menunggunya?” ujarnya dalam video tersebut.

‎Warga juga menyoroti kontrasnya kondisi tersebut dengan aktivitas kapal pengangkut batu bara yang rutin melintas di sungai utama kawasan itu.

‎Menanggapi hal tersebut, Camat Busang, Uleh Juk, membenarkan bahwa masyarakat Desa Longjak masih mengandalkan perahu sebagai sarana penyeberangan.

‎”Kondisi itu sudah lama. Saya juga baru disana. Says juga belum tahu persis,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.

‎Pembangunan jembatan, menurutnya membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

‎”Belum masuk Musrenbang. Karena itu jembatannya skala besar. Itu harus MY,” imbuhnya.

‎Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

‎”Nanti kami cek lokasinya,” ujarnya.

‎Sorotan publik terhadap kondisi ini pun semakin menguat. Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah konkret pemerintah agar pembangunan jembatan segera direalisasikan, sehingga akses pendidikan anak-anak di Desa Longjak dapat berlangsung dengan aman dan layak.(Yuristio).

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!