BONTANG.SUMBU BORNEO.ID- Sebanyak 793 atlet dari 75 klub bulu tangkis se-Indonesia ambil bagian dalam turnamen Sirkuit Nasional ( Sirnas ) C, yang digelar di GOR Pupuk Kaltim, mulai 18-13 Desember 2025.
Kota Bontang menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi ini, bertajuk Pupuk Kaltim Open 2025.
Para atlet, berasal dari berbagai provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, hingga tuan rumah Kalimantan Timur (Kaltim).
Mereka bertanding di berbagai kategori, mulai usia dini hingga dewasa, baik kelompok prestasi maupun non-prestasi. Semua datang dengan satu tujuan: menguji kemampuan di panggung nasional.
Ketua Panitia, Azwar Janur, menegaskan bahwa Sirnas C bukan hanya soal siapa juara. Menurutnya, Ini bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah wajah pembinaan untuk mencari bibit unggul dan mengembangkan prestasi atlet Indonesia.
“Dengan sistem ranking point, kami berharap kompetisi ini menjadi ruang yang sehat, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya, dilansir pranala.co,(9/12).
Azwar mengapresiasi, lonjakan peserta tahun ini, dengan antusiasme klub-klub dari berbagai daerah menunjukkan kepercayaan besar terhadap kualitas penyelenggaraan di Bontang.
Ia berkomitmen menyediakan fasilitas terbaik—dari standar lapangan, profesionalitas perangkat pertandingan, hingga kenyamanan penonton.
Kata Azwar, menang itu tujuan.Tapi sportivitas dan integritas adalah juara yang sesungguhnya.
Mewakili PBSI Pusat, Kabid Turnamen Herman Subardja turut memberi apresiasi kepada Pupuk Kaltim selaku sponsor utama.
Subardja mengatakan, kejuaraan ini adalah Sirnas terakhir tahun ini. Artinya menjadi puncak kejuaraan yang disponsori pihak swasta.
“Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah peduli dan berperan dalam perkembangan bulu tangkis nasional,” ujarnya.
Bagi PT Pupuk Kalitim, turnamen ini punya makna khusus. Direktur Utama PKT Guz Rizal menyebut, Sirnas C bertepatan dengan HUT Pupuk Kaltim ke-48.
Guz menyebut, Ini momen bersejarah. Pupuk Kaltim pertama kali menjadi tuan rumah Sirnas C PBSI.
“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus mengangkat citra Bontang sebagai pusat pertumbuhan bulu tangkis nasional,” kata Guz.
Turnamen ini, ujarnya bukan semata pertandingan, tapi wadah menumbuhkan karakter penting seperti kejujuran, sportivitas, dan silaturahmi.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut penyelenggaraan Sirnas C sebagai kebanggaan seluruh warga kota.
“Ini sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Bontang menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis berskala nasional dengan sistem ranking point,” ujarnya.
Agus berharap Sirnas C melahirkan atlet muda berprestasi dari Bontang dan Kalimantan Timur. Ia juga menyoroti pentingnya turnamen ini dalam memperluas jejaring antar-klub serta mempromosikan Bontang sebagai kota industri yang aktif mendukung olahraga.
Agus Haris menyambut baik penandatanganan MOU penyelenggaraan Sirnas untuk dua tahun antara PKT dan PBSI, yang disebutnya sebagai bukti komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem bulu tangkis.
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2025 bukan hanya panggung kompetisi. Turnamen ini juga menyajikan edukasi mengenai pentingnya pembinaan berkelanjutan.
Sebuah bukti kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan federasi olahraga dapat mendorong kemajuan bulu tangkis Indonesia. (*)
