SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID —Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis bersama Bapenda Kaltim, menerima kunjungan kerja DPRD Kalbar dan Bapenda Kalbar di Gedung E Sekretariat DPRD Kaltim.
Kedua pihak membahas soal penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pajak kendaraan bermotor, pajak alat berat, dan pemungutan pajak bahan bakar.
Selain itu, kedua lembaga tersebut membahas terkait perubahan skema transfer pusat ke daerah atau berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) bagi wilayah penghasil — yang memaksa daerah untuk menyesuaikan dan meningkatkan kemandirian fiskalnya.
Ananda Emira Moeis menegaskan, bahwa Kaltim harus bergerak cepat dalam merespons dinamika fiskal nasional.
“Inovasi dalam pemungutan pajak dan perluasan basis PAD menjadi keharusan, bukan pilihan,” ujarnya,dikutip dari laman dprd.kaltimprov.go.id,(23/10)
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar, Agus Sudarmansyah menyampaikan, bahwa pihaknya melihat Kaltim sebagai contoh pengelolaan potensi pendapatan daerah secara progresif — dan berharap dapat belajar dari praktik-praktik baik tersebut.
Pertemuan tersebut berlangsung dinamis, menyangkut aspek teknis pemungutan pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga regulasi daerah yang harus adaptif terhadap perubahan ekonomi.
Dilanjutkan sesi tanya-jawab sebagai penutup pertemuan keduanya, sekaligus penyerahan cenderamata sebagai simbol komitmen kolaborasi antar-provinsi.
Kunjungan ini menandakan semangat kebersamaan antar-daerah dalam mengokohkan tata kelola pendapatan dan adaptasi terhadap kondisi fiskal yang semakin menuntut inovasi dan kemandirian.(*)
