SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID — Pasca insiden tongkang batu bara menabrak jembatan Mahakam, kini mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Hamas).
Hasanuddin Mas’ud menyebutkan sebagai kelalaian pihak terkait dan lemahnya pengawasan di perairan sungai Mahakam yang padat aktifitas lalu lintas kapal.
Kendati insiden itu terjadi pada 23 Desember 2025 lalu. Namun masih menjadi perhatian semua pihak, termasuk DPRD.
“Saya kira kelalaian ada.
Kelalaian,” ujar Hasanuddin Mas’ud usai menghadiri rapat terpadu bersama beberapa Stakeholder terkait pengolongan kapal yang melintas di Sungai Mahakam, Senin, 5 Januari 2026.
Hasanuddin Mas’ud mengungkapkan, masih banyaknya perusahaan yang nekat melanggar aturan atau waktu yang telah ditetapkan. Akibatnya berdampak fatal dan kerugian materil jauh lebih besar ketimbang patuh pada aturan.
“ Ada kan jam-jam pandu pagi dan sore. Insiden kadang-kadang subuh, dini hari atau tengah malam. Berarti ada yang nyolong-nyolong,” katanya.
Lemahnya pengawasan, sebut Politisi Golkar ini menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi insiden.
Karena itu, Ketua DPRD Kaltim ini menegaskan bahwa kapal – kapal pandu yang berada di bawah jembatan perlu diperketat, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Bahkan, DPRD Kaltim akan mendorong Pemprov melalui Perusda dan bekerjasama Pelindo untuk mengklassifikasi kapal yang melakukan aktivitas di Sungai Mahakam, khususnya yang melintas dibawah jembatan Mahakam.
“Ada dorongan dari DPRD. Harusnya kita dorong bahwa wajib secara hukum kita laksanakan. Tetapi secara pendapatan daerah kita juga tingkatkan melalui keterlibatan Perusda. Nanti di situ kita tekankan,” pungkasnya.
Penulis : Wan
Editor. : Salim Majid
