Sumbu Borneo

Majene: Permata Berkilau di Sulawesi Barat

Opini-SumbuBorneoID
Bagikan :

Oleh: Muh. Arsalin Aras

Berjarak sekitar 300 kilometer arah utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kabupaten Majene merupakan salah satu dari enam kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Barat.

Kabupaten yang terletak di pesisir barat Sulawesi Barat ini memiliki delapan kecamatan serta 82 desa dan kelurahan. Majene dikenal kaya akan potensi wisata alam, sejarah, dan budaya yang menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi.

Pesona Alam Majene

Bentang alam Majene bak “bidadari kayangan” yang turun ke bumi Assamalewuang. Dari pesisir pantai, perbukitan, hingga pegunungan yang membentang indah dari utara ke selatan, Majene menawarkan sejuta alasan untuk dikunjungi.

Pantai dan laut menjadi identitas alam Majene. Rumah Jabatan Bupati Majene dan Wakil Bupati Majene yang berdiri di tepi pantai menjadi bukti eksotisme arsitektur yang berpadu dengan keindahan laut lepas.

Keunikan pantai Majene, dengan kontur menyerupai palung laut, mempertegas panorama alamnya—bagai permata berkilau di pesisir barat Pulau Sulawesi.

Pulau Idaman (Pulau Taimanu)

Pulau kecil nan eksotis ini berada di Desa Sendana, Kecamatan Sendana, berjarak sekitar 38 kilometer dari Banggae, ibu kota Kabupaten Majene, atau sekitar 125 kilometer dari ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.

Pulau Taimanu menyajikan panorama pantai yang menakjubkan, cocok untuk bersantai, eksplorasi, olahraga air, dan fotografi. Lanskap berbukit dengan pepohonan hijau yang rindang tampak berkilau diterpa cahaya mentari. Dari kejauhan, awan putih menggantung di puncak bukitnya, seakan berarak menyatu dengan gelombang laut yang jernih dan tenang. Ikan-ikan dan karang pun terlihat jelas dari garis pantai.Objek wisata ikonik Majene ini terletak di pesisir Lingkungan Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur. Panorama pantainya bagaikan lukisan alam yang menawan mata.

Hamparan pasir putih di bibir pantai memantulkan sinar matahari bak serpihan kaca, berpadu dengan tebing-tebing karang yang megah. Dari atas karang, keindahan Pantai Dato’ semakin sempurna terlihat.

Pesona Mangrove

Mangrove Rewata’a, yang berada di bibir pantai Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, sekitar 15 kilometer dari pusat kota, merupakan destinasi ekowisata yang memadukan konservasi dan rekreasi.

Selain itu, hutan mangrove di Desa Palipi, Kecamatan Sendana, yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Majene, tumbuh subur dan menjadi benteng alami pesisir. Kedua kawasan mangrove ini menghadirkan nuansa teduh sekaligus mempertegas fungsi ekologisnya sebagai coastal barrier (pagar laut alami).

Pantai Batu Raja

Pantai Batu Raja berada di Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana, tepat di jalur Trans Sulawesi. Pantai ini dihiasi pasir putih dengan bebatuan karang yang menawan, menjadikannya spot favorit untuk fotografi.

Deretan batu-batu alam tersusun rapi dalam rangkulan tebing yang sejuk. Pada salah satu sudut pantai, terdapat fosil menyerupai jejak kaki manusia raksasa yang terlihat jelas saat air laut surut.

Museum Mandar

Bagi pecinta sejarah dan budaya, Museum Mandar di Majene menyajikan beragam koleksi yang merekam kejayaan Suku Mandar sebagai pelaut ulung dan pemberani.

Di museum ini terdapat replika berbagai perahu tradisional Mandar, seperti perahu body, perahu sande’, perahu ba’go, hingga perahu lete’. Setiap perahu memiliki ciri khas dan filosofi tersendiri dalam kehidupan maritim Mandar.

Kawasan Kuliner Somba

Kawasan kuliner yang terletak di Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, sekitar 30 kilometer dari Kota Majene, sudah terkenal hampir di seluruh penjuru Sulawesi.

Di sini, pengunjung dapat menikmati makanan khas Mandar, yaitu jepa—olahan singkong pipih yang dipadukan dengan ikan tuing-tuing sebagai lauk utama. Cita rasa tradisional ini menjadi pengalaman kuliner yang autentik.

Maqam Raja-raja dan Hadat Banggae

Kawasan bersejarah ini berada di Bukit Ondongan, Lingkungan Pangali-ali, Kecamatan Banggae. Dari sini, pengunjung dapat menikmati perpaduan panorama perbukitan dan laut Teluk Mandar.

Kompleks maqam yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-16 ini berisi sekitar 480 makam. Sebagian besar terbuat dari batu lava, batu cadas, dan tanah, serta dihiasi simbol geometris, kaligrafi Arab, hingga swastika, yang menunjukkan adanya pengaruh Arab dan Hindu pada masa itu.

Selain sebagai destinasi wisata sejarah, kawasan ini juga menjadi media edukasi mengenai kebudayaan dan peradaban Mandar.

Wisata Batu Cincin

Objek wisata ini terletak di Lingkungan Parappe, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, hanya sekitar 1,5 kilometer dari pusat Kota Majene.

Tanggul pantai berbentuk cincin yang dibangun sebagai penahan abrasi kini menjadi ikon wisata. Kawasan ini semakin ramai dikunjungi saat senja, ketika matahari terbenam menghadirkan pemandangan sunset yang menawan.

Penutup

Dengan segala keindahan alam, kekayaan sejarah, dan warisan budayanya, Majene pantas disebut sebagai permata berkilau di Sulawesi Barat. Potensi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.(**)

Selamat berkunjung ke Majene.

Wassalam.

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!