BONTANG.SUMBU.BORNEO.ID – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka kegiatan “Bontang Berzakat” 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (11/3/2026). Kegiatan bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” ini menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat melalui BAZNAS Kota Bontang.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perusahaan, serta perwakilan pelaku usaha di Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan, bukan sekadar kewajiban keagamaan semata.
“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan kita terus menurun di angka 3,2 persen, bahkan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang telah mencapai nol persen. Ini membuktikan bahwa sinergi zakat dan kebijakan pemerintah berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga mendorong perubahan pola penyaluran zakat dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ke depan, zakat harus kita arahkan menjadi modal usaha agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzakki,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Kota Bontang, Kuba Siga, melaporkan tren positif dalam penghimpunan zakat di lingkungan pemerintah daerah.
“Partisipasi ASN saat ini sudah mencapai 80 hingga 85 persen melalui sistem potong gaji 2,5 persen, dengan total penghimpunan sekitar Rp8 miliar per tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan pada Ramadan 1447 Hijriah meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami menyalurkan 7.500 paket bantuan, meningkat dari 5.000 paket pada tahun lalu,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan pemberian penghargaan pengelolaan zakat dan infak tahun 2025 kepada sejumlah OPD, serta penyerahan bantuan sembako dan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Semoga zakat yang kita tunaikan membawa manfaat luas dan semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(ADV)
