SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID – DPRD Kaltim menggelar Rapat Paripurna ke-2 terkait agenda Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Gedung Utama (B) Kantor DPRD, Jumat,9 Januari 2026.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, dihadiri para Wakil Ketua DPRD Ekti Imanuel, Ananda Emira Moeis, Yenni Eviliana, Sekwan Norhayati Usman, dan Wagub Kaltim Seno Aji, Sekda, Sri Wahyuni, unsur Forkompimda, OPD lingkup Pemprov Kaltim, serta anggota legislator.
Dalam sambutannya Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah untuk mewujudkan visi ” Kaltim Menuju Generasi Emas”.
Hasanuddin Mas’ud menyebutkan, momentum HUT Kaltim ke 69 menjadi ruang mempererat kebersamaan, kepedulian sosial demi masa depan Bsnua Etam yang lebih maju, setara dan beradab.
Dalam rapat paripurna tersebut, juga diberikan penghargaan kepada tokoh berjasa dan masyarakat berprestasi di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025.
Salah satunya adalah Yuliana Wetuq, yang dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Berjasa Bidang Lingkungan Hidup.
“Kami melihat dari tahun ke tahun hutan semakin berkurang dan menyebabkan banjir di mana-mana. Karena itu, kami berkomitmen melindungi Hutan Lindung Wehea sejak 2004 hingga sekarang,” ujarnya.

Yuliana tidak hanya menjaga kawasan hutan, tetapi juga melindungi satwa liar dari perburuan serta pencurian kayu.
Selain itu, ia juga melakukan pendataan satwa liar melalui pemantauan menggunakan kamera jebak (camera trap).
“Selain mengamankan kawasan, kami juga melakukan pendataan satwa liar dengan memasang kamera trap,” ujar Yuliana.
Yuliana berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih dalam upaya pelestarian hutan, khususnya dalam hal pengamanan satwa dan sarana prasarana.
“Kami berharap pemerintah ikut membantu kami menjaga hutan. Selama ini, jika jalan rusak kami memperbaikinya sendiri, bahkan menggunakan ekskavator. Kami juga membutuhkan kendaraan operasional karena selama ini hanya menyewa dan meminta bantuan ke sana-sini,” ungkapnya, dilansir dari kaltimprov.go.id,(9/1).
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap hutan lindung masih sangat minim, padahal hutan lindung memiliki peran penting sebagai penghasil oksigen dan penyangga kehidupan.(Adv)
