IKN.SUMBU BORNEO.ID– Rembug Utama Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2025 yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), pekan lalu, menjadi cermin komitmen nyata untuk mewujudkan swasembada pangan, sekaligus memperkuat pembangunan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia, khususnya sektor perikanan dan pertanian yang berkenjutan.
Kegiatan ini, dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.
Para peserta KTNA diajak meninjau sejumlah titik strategis, termasuk Zona E Puspantara di Desa Sukomulyo yang diproyeksikan sebagai taman buah untuk mendukung target 10 persen kawasan produksi pangan berkelanjutan di IKN.
Tak hanya itu, peserta juga menebar sepuluh ribu benih ikan papuyu, salah satu spesies endemik Kalimantan, di Embung MBH yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrologi dan ekosistem mikro kawasan.
“Selamat datang di IKN. Saya memohon dukungan kepada 36 juta anggota KTNA untuk masa depan Indonesia. Pembangunan Nusantara diarahkan untuk pemerataan, apalagi menghadapi Ibu Kota Politik 2028 sesuai Perpres 79 Tahun 2025. Nusantara dirancang sebagai forest city dengan konsep smart city yang mengedepankan fungsi hidrologi,” ujar Basuki, dikutip dari laman resmi ikn.go.id.
Kepala Desa Sukomulyo Mustain berharap, kolaborasi ini bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa. Menurutnya, dari luas tanah 14 ribu hektare, masih banyak lahan yang bisa dikembangkan.
“Puspantara kami fungsikan sebagai taman buah Nusantara. Semoga KTNA mampu menghijaukan kawasan sekaligus mendukung kebutuhan pangan, baik sayur maupun buah-buahan,” ujarnya.
Ketua Umum KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor memberi dukungan penuh bahwa, KTNA siap berada di garis depan untuk menyokong keberlanjutan pembangunan IKN.
“Sekitar 300 pengurus KTNA hadir di sini, dari tingkat nasional hingga kecamatan. Kami siap mendukung pembangunan dan keberlanjutan IKN, bahkan akan bersurat langsung kepada Presiden untuk menyampaikan sikap: Lanjutkan IKN,” kata Yadi.
Selain itu, sesi dialogpun digelar untuk membuka ruang partisipasi dan masukan dari masyarakat, khususnya para petani. Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menutup rangkaian kegiatan dengan pernyataan kuat: “Kami siap jadi rumah untuk KTNA.”(*)
