BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Pemerintah Kota Bontang mengungkapkan hasil verifikasi terbaru terkait jumlah warga miskin di kota Bontang, kini berkisar 17 ribu orang, dari sebelumnya tercatat sekitar 47 ribu orang.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris saat menggelar buka puasa bersama insan pers di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Utara, Rabu (4/3/2026).
Agus Haris menjelaskan, perubahan angka tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara intensif. Proses pendataan ulang melibatkan sekitar 170 enumerator yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan validitas data masyarakat.
“Setelah diverifikasi ulang, jumlah warga miskin di Bontang sekitar 17 ribu orang. Kalau dihitung secara persentase, sekarang berada di kisaran 9 sampai 10 persen,” ujarnya.
Meski mengalami penurunan signifikan dibandingkan data sebelumnya, Agus Haris menilai angka tersebut masih belum ideal bagi kota industri seperti Bontang. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga sekitar 5 persen.
Menurutnya, berbagai program intervensi telah disiapkan untuk mencapai target tersebut. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat, guna memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan.
“Untuk kota industri seperti Bontang, idealnya angka kemiskinan bisa lebih rendah. Karena itu kita akan terus berupaya menekan angka tersebut melalui program-program yang tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Bontang, sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(ADV)
