IKN.SUMBU BORNEO.ID– Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) umumkan pemenang Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN, yang berlangsung di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat, pekan lalu.
Kawasan ini telah dirancang sebagai ruang untuk menampung, merayakan, dan mengembangkan identitas bangsa melalui budaya.
Dimana di dalamnya terdapat satu garis sumbu kebangsaan Istana Negara, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, dan Masjid Negara.
Pusat kebudayaan tersebut, terdiri atas Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya yang dilengkapi fasilitas utama seperti museum, perpustakaan sebagai pusat transformasi pengetahuan, galeri seni, serta gelanggang olahraga guna memperkuat ekosistem budaya di IKN.
Pemenang Sayembara Desain Bangunan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN ditetapkan, Juara I Cerlang Nusantara, Juara II Simfoni Puspa Segara, dan Juara III Kisah yang Ditenun oleh Rimba.
Desain pemenang utama mengusung konsep perjalanan peradaban dari zaman megalitikum menuju masa depan. Sebagai salah satu peradaban manusia tertua di Nusantara, konsep ini mencerminkan semangat bahwa sejarah dan tradisi tidak berhenti di masa lampau, tetapi terus hidup dan membimbing masyarakat menuju masa depan.
Bangunan utama dirancang bernuansa batu dengan bentuk prismatik serta dibalut kearifan lokal Kalimantan melalui filosofi pohon kehidupan atau pohon kebijakan yang tercermin dalam infrastruktur bangunan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Nusantara akan mengedepankan kolaborasi serta keterbukaan terhadap pengembangan desain ke depan.
Basuki menyebut, copyrights adalah milik Otorita IKN. Pemenang kedepannya bisa berkolaborasi, mungkin nanti jika ada saran yang lebih baik.
“Masing-masing desain sudah ada perkiraan rancangan anggarannya. Kita akan lihat RABnya dulu dan kita juga pertimbangkan ketersediaan anggaran. Paling cepat pembangunan dimulai tahun 2027,” ujar Basuki.
Salah satu anggota kelompok pemenang utama sayembara, Yori Antar, mengungkapkan pandangannya terkait inspirasi yang melandasi perancangan Pusat Kebudayaan IKN.
” IKN akan menginspirasi dunia, karena IKN menunjukkan betapa kayanya budaya dan tradisi kita,” kata Yori.
Selain itu, Kepala Otorita IKN juga meluncurkan dua buku karya Wicaksono Sarosa Mengukir Kota Masa Depan dan Sarwo Handayani, Membangun Kota Masa Depan yang disusun oleh Tim Otorita IKN. Kedua buku tersebut mendokumentasikan proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan IKN pada tahap awal.
Diharapkan, Pembangunan Pusat Kebudayaan Nusantara menjadi tonggak penguatan identitas bangsa sekaligus mempertegas Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang tidak hanya dibangun untuk fungsi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang peradaban yang berakar pada budaya dan berorientasi pada masa depan.(*)
Sumber : humas OIKN
Editor. : Salim Majid
