Sumbu Borneo

Jalur Laut Bontang-Mamuju Segera Dibuka, Kapal 300-500 Penumpang Disiapkan

Pastikan Kesiapan Pelabuhan, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris Berkunjung ke Mamuju, 18 Desember 2025.(Foto: pranala.co)
Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :

BONTANG.SUMBU BORNEO.ID
-Jalur laut langsung Bontang–Mamuju akan segera dibuka. Rute ini merupakan aspirasi lama masyarakat perantau asal Sulbar, Sulteng, Sulsel yang kini menetap dan bekerja di Bontang.

Merespon hal itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (AH), melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat, guna memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan untuk disandari kapal dari Kota Taman.

Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi teknis pelabuhan, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kelayakan operasional jika rute laut ini benar-benar diaktifkan.

Agus Haris bertemu dengan Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, serta Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Mamuju, Capt Isa Amsyari. Pembahasan mencakup spesifikasi dermaga, kapasitas kapal, hingga potensi ekonomi yang bisa tumbuh dari konektivitas antardaerah ini.

“Hari ini saya datang untuk memastikan langsung kesiapan pelabuhan di Mamuju. Dari penjelasan pengelola dan hasil tinjauan lapangan, saya melihat pelabuhan ini sudah sangat siap,” ujar Agus Haris saat dihubungi, Kamis (18/12/2025).

Menurut Agus Haris, sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah melakukan kajian terhadap rencana pembukaan jalur laut Bontang–Mamuju.

Hasilnya cukup menjanjikan. Jika rute ini diaktifkan, kedua daerah diproyeksikan memperoleh keuntungan ekonomi hingga 19 persen.

“Ini bukan hanya soal transportasi, tapi soal sirkulasi ekonomi. Pergerakan manusia akan meningkat, begitu pula distribusi barang seperti hasil pertanian dan peternakan. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Tahapan berikutnya, sebut Agus Haris, adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Kota Bontang.

Setelah itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) akan mengeluarkan rekomendasi keselamatan pelayaran, sebelum akhirnya Kementerian Perhubungan menetapkan rute tersebut secara resmi.

“Kami berharap proses ini bisa berjalan cepat dan lancar,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Wabup Mamuju dan Kepala Syahbandar.( Foto: pranala.co)

Rute laut Bontang–Mamuju ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Sejumlah pihak swasta telah menyatakan minat menjadi operator, di antaranya PT Global Indo dan ASDP dari Balikpapan.

Meski demikian, Pemkot Bontang menegaskan akan sangat selektif dalam menentukan operator pelayaran.

“Kami utamakan keselamatan, kondisi fisik kapal, kualitas pelayanan, serta kapasitas angkut. Itu tidak bisa ditawar,” tegas Agus Haris.

Kapal yang tengah dikaji untuk rute ini diperkirakan mampu mengangkut 300 hingga 500 penumpang beserta kendaraan, kapasitas yang dinilai ideal untuk tahap awal operasional.

Lebih jauh, Agus Haris menekankan bahwa pembukaan jalur ini merupakan bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan logistik Kota Bontang.

Sementara itu, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana menyambut positif rencana tersebut. Ia menyebut, setelah kunjungan Pemkot Bontang ke Mamuju, pihaknya juga berencana meninjau Pelabuhan Loktuan di Bontang.

“Jika akses ini aktif, pertumbuhan ekonomi kedua daerah akan semakin pesat. Apalagi banyak warga Mamuju dan Sulawesi Barat yang menggantungkan hidupnya di Bontang, mengingat industri di sana cukup besar,” ungkapnya.

Yuki berharap jalur laut Bontang–Mamuju segera terealisasi agar mobilitas orang dan barang menjadi lebih efisien.

Selama ini, perjalanan laut dari Bontang ke Mamuju harus memutar melalui Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

“Dengan rute langsung, semuanya akan lebih mudah, cepat, dan murah,” pungkasnya. (Fr/sb)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!