Sumbu Borneo

Kembali Teguhkan Silaturahmi Orang Mandar dalam Peringatan Maulid

H. Talib Kadir(foto:SB)
Ragam-SumbuBorneoID
Bagikan :

SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID– Bagi orang Mandar, silaturahmi bukan hanya perjumpaan lahir, melainkan ikatan batin yang terus dijaga. Salah satu jalannya adalah melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar dari rumah ke rumah, menumbuhkan rasa kebersamaan di tanah rantau.

Belum lama ini, di kediaman Ketua BPW-KKMSB Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Hasanuddin Mas’ud, S.Hut., M.E., masyarakat Mandar berkumpul mendengarkan tausiah dari KH. Sayyid Fadlu Al Mahdali, Imam Besar Masjid Agung Syuhada Polewali Mandar. Suasana malam itu teduh, dihiasi lantunan shalawat dan nasihat penuh hikmah tentang cinta kepada Rasulullah sebagai bekal menapaki hidup.

Safardy Bora mengatakan, tradisi itu berlanjut pada 19 September pukul 20.00 di rumah H. Talib Kadir. Kali ini hadir Guru Jai, seorang alim yang dihormati, membawakan pesan keagamaan dengan bahasa sederhana namun menyentuh hati. Peringatan yang dihadiri pula oleh tokoh-tokoh seperti Ketua Harian BPW-KKMSB, Drs. H. Bahauddin Toppo, M.Si., Wakil Ketua Prof. Dr. H. Muhammad Abizar Duraesa, Prof. Dr. H. Abdul Majid, serta H. Syamsudin, S.H.,

“Kembali meneguhkan arti silaturahmi di antara sesama,” ujarnya.

Safardy Bora menilai, Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi jalan merawat kekerabatan.

“Dari rumah Hasanuddin Mas’ud hingga rumah Talib Kadir, dari tausiah Sayyid Fadlu hingga wejangan Guru Jai, yang tumbuh adalah rasa kebersamaan—bahwa orang Mandar tetap satu, di manapun berada,” pungkasnya.(*)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!