Sumbu Borneo

RSUD AWS Target Transplantasi Ginjal Pertama di Kaltim Akhir 2025

Daerah-SumbuBorneoID
Bagikan :

SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID — Warga Kaltim tak perlu lagi melakukan rujukan ke luar Provinsi . Pasalnya Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda telah menargetkan operasi transplantasi ginjal pertama di Kaltim pada akhir tahun 2025.

Langkah ini menjadi tonggak baru dalam penyediaan layanan medis berkualitas tinggi di daerah.

Direktur RSUD AWS, dr. Indah Puspita Sari, mengungkapkan bahwa persiapan program transplantasi ginjal telah dilakukan secara bertahap dalam dua tahun terakhir.

Sejumlah tenaga medis telah dipersiapkan pihak RS, termasuk dokter spesialis, perawat, serta tim penunjang yang mendapatkan pelatihan khusus untuk prosedur transplantasi.

Selain penguatan SDM, RSUD AWS juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk renovasi ruang operasi, penyiapan ruang perawatan khusus, serta pemenuhan peralatan medis yang sesuai standar nasional.

“Kami memastikan seluruh aspek dipersiapkan dengan matang agar pelaksanaan transplantasi berjalan aman, efektif, dan sesuai regulasi,”ujar dr. Indah, dilansir dari kaltimprov.go.id,(29/10).

Sebab itu, aspek etika dan keamanan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan layanan transplantasi ginjal.

Indah Puspita menekankan aspek keamanan untuk mencegah potensi penyalahgunaan atau praktik ilegal perdagangan organ. Karena itu, RS menetapkan prosedur verifikasi ketat bagi donor dan penerima.

Indah menegaskan bahwa, hanya pendonor yang memiliki hubungan keluarga sedarah yang diperbolehkan, dan seluruh proses akan melalui review tim advokasi, serta etik rumah sakit.

Dari sisi pembiayaan, ujar dr. Indah RSUD AWS memastikan layanan transplantasi ginjal akan terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan awal dan skrining pasien dilakukan secara mandiri, namun rangkaian operasi hingga perawatan lanjutan dapat dicover BPJS sesuai ketentuan.

Hal ini, kata dr Indah diharapkan memberikan akses yang lebih terjangkau bagi pasien yang membutuhkan.

Kehadiran layanan transplantasi ginjal, sebut dr. Indah menjadi terobosan besar bagi sistem kesehatan di Kalimantan Timur.

Menurutnya, selama ini  pasien gagal ginjal yang memerlukan transplantasi harus dirujuk ke rumah sakit di pulau lain.

Dengan hadirnya layanan di RSUD AWS, masyarakat mendapat pilihan perawatan yang lebih cepat, dekat, dan efisien.

“Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan layanan kesehatan tingkat lanjut di Kaltim. Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

RSUD AWS optimistis dapat memenuhi seluruh persyaratan teknis, regulative dan sumber daya sehingga transplantasi ginjal perdana dapat terlaksana sesuai target pada akhir 2025.

Pemerintah Provinsi Kaltim turut memberikan dukungan penuh sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan unggulan di wilayah tersebut. (*)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!