Sumbu Borneo

Sultan Kutai Kartanegara Hadiri Peresmian RSUD Aji Muhammad Parikesit, Bupati Kukar Sampaikan Pesan Mendalam

Foto : Abdila Amin ( Kmf Kukar)
Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :

KUKAR.SUMBU BORNEO.ID– Nama RSUD Aji Muhammad Parikesit bukan sekedar nama, tapi dibalik itu punya ikatan historis dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Kehadiran Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, H. Aji Muhammad Arifin, pada moment peresmian RSUD tersebut, menjadi simbol kuat keterhubungan antara pembangunan modern dan akar sejarah Kutai Kartanegara.

Penegasan itu disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat meresmikan penggunaan Paviliun Nuri dan Cancer Centre Murai RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong, Kamis,15 Januari 2026.

Auliah Rahman menegaskan bahwa, peran strategis Sultan dalam arah pembangunan daerah. Sultan sebagai pemimpin kultural dan simbol sejarah yang memastikan pembangunan Kukar tetap selaras dengan jati diri daerah.

“Keberadaan ayahanda Sultan dalam pembangunan Kutai Kartanegara sangatlah vital. Kami ini hanyalah pemimpin administratif, tetapi ayahanda Sultan adalah pemimpin kultur dan pemimpin sejarah. Beliau memastikan arah pembangunan Kukar selaras sejak awal Kutai Kartanegara didirikan, bahkan sejak kerajaan pertama di daerah ini,” ujarnya.

Karena itu, kata Auliah sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipastikan kualitas dan kuantitas layanannya.

Bupati Kukar ini memastikan bahwa, ketika warga sakit, mereka tidak perlu khawatir. Layanan harus mampu menangani dengan baik agar tidak berlarut, sehingga produktivitas masyarakat tetap terjaga.

Direktur Utama RSUD Aji Muhammad Parikesit, Dr. dr. Martina Yulianti, Sp.PD FINASIM, M.Kes (MARS), mengatakan peresmian fasilitas ini merupakan bagian dari perjuangan rumah sakit menuju kategori utama.

“Kalau kita sudah utama, maka layanan kita akan semakin lengkap, termasuk konsultannya. Pasien Kukar dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Secara bangunan dan fasilitas sudah siap, yang terus kami perjuangkan hari ini adalah penguatan SDM konsultan,” ujarnya.

Pada momen pemotongan tumpeng yang diserahkan langsung oleh Sultan, Martina mengungkapkan bahwa, nama rumah sakit Aji Muhammad Parikesit, merupakan datuk dari ayahanda Sultan H. Aji Muhammad Arifin.

Artinya, kata Martina secara historis tidak akan pernah lupa dengan keberadaan Kesultanan Kutai Kartanegara.

” Ini bukan hanya rumah sakit, tetapi bagian dari sejarah dan penghormatan kami,” ujar Martina.

Martina menyebut, Gedung Murai yang baru saja diresmikan memiliki kapasitas layanan kemoterapi rawat inap dan rawat jalan yang besar.

Di lantai tiga tersedia 10 ruangan, masing-masing berisi dua tempat tidur, sehingga mampu menampung sekitar 20 pasien.

Sementara Paviliun Nuri didedikasikan bagi masyarakat yang menginginkan layanan lebih cepat, lebih privat, dan suasana perawatan yang tenang.

“Kami berupaya menyediakan pilihan layanan seluas mungkin, termasuk untuk peserta BPJS,” pungkasnya.(*)

Sumber : Pemkab Kukar
Editor : Salim Majid

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!