KALTIM.SUMBU BORNEO.ID — Kedatangan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong Kamis,(15/1) di sambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin bersama keluarga besar Kesultanan.
Pertemuan Rudy dengan Sultan Aji Muhammad Arifin sebagai bentuk penghormatan, sekaligus mengklarifikasi atas kejadian yang kurang etis saat kunjungan Presiden Prabowo di Balikpapan belum lama ini.
Rudy menegaskan bahwa pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan budaya, khususnya di Kaltim yang memiliki sejarah kerajaan tertua di Indonesia.
“Saya dilahirkan dari keluarga yang memiliki adat istiadat, tata krama, etika, sopan santun dan menjunjung tinggi budaya timur, datang langsung kepada Sultan untuk bertabayun dan bersilaturahmi,” kata Rudy usai bertemu Sultan Aji Muhammad Arifin, mengutip laman Pemprov Kaltim.
Kesultanan Kutai Kartanegara, sebut Rudy memiliki peran besar dalam sejarah Nusantara dan menjadi cikal bakal lahirnya kerajaan-kerajaan besar lainnya.
Karena itu, kata dia penghormatan kepada Sultan, tokoh adat, dan para tetua harus terus dijaga sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Gubernur Kaltim ini juga mengingatkan filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai prinsip yang harus selalu dijunjung dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Politisi Partai Golkar ini juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan harus mengikuti aturan protokoler nasional yang berlaku.
Meski pelaksanaan acara tersebut bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun, dia tetap merasa perlu datang langsung ke Sultan untuk melakukan tabayyun dan memberikan penjelasan.
“Arahan dari Sultan akan kami sampaikan ke pusat agar menjadi instrospeksi, bagaimana sebaiknya tata cara menempatkan para raja dalam suatu acara yang dihadiri Presiden,” tegasnya.
Ke depan, ujar Rudy setiap agenda yang digelar Pemerintah Provinsi Kaltim akan memberikan perhatian khusus terhadap kehadiran tokoh adat dan budaya.
Rudy Mas’ud juga akan menyampaikan kepada seluruh pemerintah provinsi di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APPSI).
Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur.
Dia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan semua pihak terus menjaga serta menghormati adat istiadat dan budaya.
“Kita berterima kasih juga kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah mengingatkan soal ini (bagaimana menempatkan posisi raja dalam sebuah acara),” ucap Sultan Aji Muhammad Arifin. (Wan/sb)
