Sumbu Borneo

Melayari Sungai Mahakam

oplus_1056
Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :

Catatan Perjalanan Pare – Samarinda (3)

Mengarungi lautan bersama KM.Aditya memberi kesan tersendiri. Seperti apa keseruan menuju Samarinda? Berikut laporan wartawan Sumbuborneo.id Salim Majid

Kecepatan KM Aditya mulai dikurangi saat memasuki mulut sungai Mahakam. Terlihat air keruh bercampur air laut yang menyatu dalam gelombang- gelombang kecil.

Menyusuri sungai Mahakam nampak puluhan kapal pontong pengangkut batu bara berpapasan. Sungai yang membelah Ibu Kota Kalimantan Timur Samarinda punya historis tersendiri.

Pukul 08.14 waktu Samarinda KM Aditya terus bergerak pelan. Di sepanjang sungai Mahakam ditumbui pohon nipa. Airnya yang selalu keruh.

Rumah-rumah warga tepian sungai Mahakam,Kaltim(foto:sumbuborneo)

Di kejauhan nampak jempatan sungai Mahakam yang menghubungkan Samarinda seberang, sekaligus jembatan utama antar daerah. Rumah-rumah warga di bantaran sungai terlihat berjejer rapi dan rumah ibadah.

Para penumpang sudah terlihat mengemasi barang – barang bawaannya. Bersiap – siap untuk turun dari kapal.” Kalau sudah masuk sungai Mahakam sudah dekat pelabuhan pak,” ujar Sarif seorang penumpang tujuan Kutai Timur.

Akhirnya KM Aditya labu jangkar di pelabuhan Samarinda pukul 10.02 Wita. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18-20 jam dari Kota Pare- Pare, Sulsel.(Habis)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!