BONTANG.SUMBU BORNEO.ID– Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Kota Bontang menggelar buka puasa bersama (bukber) di rumah jabatan Wakil Wali Kota Bontang, Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturrahmi bagi warga Mandar yang ada di perantauan khususnya di Kota Bontang.
Turut hadir sejumlah sesepuh dan tokoh keluarga Mandar, di antaranya mantan Kepala Dinas Abdul Muis dan mantan Camat Bontang Selatan Kamsal dan Ustadz Muhammad Rais.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Bontang, Nur Khalbi Agus Haris yang turut membersamai keluarga besar Mandar dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota yang juga Ketua KKMSB Kota Bontang Agus Haris menyampaikan bahwa pertemuan di bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk saling memaafkan, melakukan evaluasi diri, serta mempererat silaturahmi antar keluarga besar Mandar di perantauan.
“Pertemuan di bulan Ramadan ini adalah momentum untuk saling memaafkan, saling menguatkan, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya, dalam keterangan resminya.

Agus Haris mengaku bahagia dapat berada di tengah keluarga besar Mandar yang merantau di Bontang.
Karena menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu jalan yang dapat membuka pintu rezeki.
Agus Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya dan nilai-nilai luhur yang dibawa dari kampung halaman, sembari tetap menghormati adat dan budaya daerah tempat tinggal.
“Budaya yang baik, dari kampung halaman kita bawa dan terapkan. Namun di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujar Agus Haris.
Wawali Agus Haris juga menyampaikan rasa hormat kepada para pendahulu dari Mandar yang telah merintis kehidupan di Bontang.

Menurut dia, peran para tokoh terdahulu menjadi fondasi bagi generasi berikutnya untuk turut berkontribusi membangun kota.
“Karena jasa para pendahulu itulah, hari ini saya bisa turut mengambil peran dalam membangun Bontang sebagai wakil wali kota,” kata Agus Haris.
Keberagaman yang ada di Bontang, sebut Agus Haris merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.
Agus Haris mengibaratkan perbedaan itu seperti taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga yang membuatnya indah dan semerbak.
Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan kembali semboyan KKMSB, “Millete diatonganan, meppelingutti diassamaturuan,” yang bermakna bersatu dalam kebersamaan dan saling menguatkan dalam persaudaraan.
Nilai tersebut, kata dia, menjadi pedoman bagi keluarga besar Mandar dalam menjaga persatuan di perantauan.
Agus Haris pun berpesan agar keluarga besar Mandar di Bontang terus menumbuhkan persaudaraan yang kokoh serta menjaga persatuan, serta membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat untuk meningkatkan kinerjanya sebagai wakil wali kota.
Wawali Agus Haris juga mengajak keluarga besar Sulawesi Barat di Bontang untuk tetap bangga terhadap identitas budaya, termasuk menjaga kuliner tradisional yang menjadi bagian dari warisan leluhur.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustadz Mustamin Syam sebelum akhirnya seluruh peserta menikmati hidangan berbuka bersama dalam suasana penuh kehangatan dan dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah. (ADV)
