BONTANG.SUMBU BORNEO.ID– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang menggelar Sosialisasi Layanan Pengaduan dan Sistem Layanan TIK SiLatik,
Sosialisasi ini untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, guna memastikan keandalan jaringan internet gratis dalam program unggulan Bontang Zero Blankspot.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 3–4 Desember 2025, di Gedung BPU Kecamatan Bontang Barat, dan diikuti 499 ketua/pengurus RT se-Kota Bontang dan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga Plt. Kadis Kominfo Bontang, Sony Suwito Adi Cahyono, pada Rabu pagi, 3 Desember 2025.
Dalam laporannya, Kepala Bidang EGOV Diskominfo, Yudi Pancoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana monitoring dan evaluasi terhadap kehandalan layanan yang diselenggarakan Diskominfo, khususnya terkait fasilitas internet gratis bagi masyarakat.
Program Bontang Zero Blankspot kini telah menjangkau 499 RT dengan total 771 titik Bontang Bebas Kuota yang tersebar di berbagai fasilitas publik, di antaranya sarana public, sarana kesehatan, sarana pendidikan, sarana ibadah dan sarana keamanan.
Masyarakat juga dapat mengakses berbagai informasi dan layanan aduan melalui website resmi: silatik.bontangkota.go.id.
Sementara itu, Plt Kadis Kominfo Sony Suwito Adi Cahyono mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga perangkat wifi gratis yang telah disediakan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa Diskominfo terus berupaya menjaga kualitas layanan internet 24 jam, meski di beberapa wilayah, terutama daerah pesisir, masih ditemui kendala sumber daya.
“Fasilitas ini milik kita bersama. Kami berharap masyarakat turut menjaga perangkat wifi gratis agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya, dalam rilisnya, (3/12).
Sony juga menyampaikan pentingnya literasi digital, terutama dalam menghadapi maraknya konten negatif di internet.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengawasi penggunaan gawai pada anak-anak.
“Kita harus cerdas dalam memilih dan menyaring informasi. Jaga anak-anak dari situs berbahaya seperti pornografi, judi online, hingga informasi hoaks,” ujarnya.
Menurutnya, aspek positif dan negatif internet, agar masyarakat mampu memanfaatkannya secara produktif dan aman.
Sosialisasi diikuti secara bergelombang, hari pertama ketua/pengurus RT Bontang Selatan dan Bontang Barat dan hari kedua: ketua/pengurus RT dari wilayah Bontang Utara.
Diharapkan kegiatan ini, para ketua RT dapat menjadi perpanjangan informasi sekaligus mitra dalam memantau kondisi jaringan di wilayah masing-masing.
Sebagai komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan kualitas layanan publik berbasis teknologi, serta memperluas akses internet yang merata dan gratis bagi seluruh masyarakat. (*)
