KUKAR.SUMBU BORNEO.ID — Penataan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) menjadi perhatian serius Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur saat meninjau jalur pesisir wilayah utara Kaltim, Senin, (29/12).
Keduanya menekankan pentingnya penataan yang terintegrasi guna mendukung keselamatan pengguna jalan serta menjaga estetika ruang jalan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menyoroti masih ditemukannya tumpang tindih antara tiang PJUTS dan tiang milik PLN di sejumlah titik.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan belum optimalnya sinkronisasi antara desain penataan penerangan dengan rencana pelebaran jalan di kawasan tersebut.
“PJUTS dan jalan harus dirapikan. Masih terdapat tumpang tindih antara tiang PLN dan PJUTS,” ujar Rudy Mas’ud, dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltim.
Senada , Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, menekankan agar pemasangan PJUTS memperhatikan jarak aman dari bahu jalan, serta penentuan titik penerangan yang tepat.
Hal ini menurutnya, penting untuk menghindari penerangan ganda yang justru dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengendara.
“Pemasangan PJUTS jangan terlalu rapat dengan bahu jalan. Atur titiknya dengan baik, jangan sampai terjadi double penerangan. Kita juga harus berkolaborasi dengan PLN dan mengontrol PJUTS yang tidak berfungsi, serta aman bagi pengendara lalu lintas,” ujarnya.
Melalui penataan yang lebih terencana dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap keberadaan PJUTS tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mendukung fungsi tata ruang serta memperindah wajah infrastruktur jalan di wilayah pesisir utara Kaltim.(*)
