Sumbu Borneo

Kadisdikbud dan Safardy Bora Luruskan Kabar, Soal Buku Mengubah Nasib Dikomersilkan

Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :

SAMARINDA,SUMBU BORNEO.ID- Kabar tak sedap, terkait buku yang berjudul Mengubah Nasib yang diduga diperjual belikan, kini mendapat respon dari Sang penulis buku Safardy Bora.

Meluruskan berita soal itu, Safardy Bora mengurai sedikit tentang buku yang ditulisnya dan diberi judul Mengubah Nasib. Sebuah otobiografi Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dalam menapaki lika-liku perjalanan hidup.

“Saya juga telah menulis banyak biografi lainnya. Bila Anda mencari nama saya di Google, Anda akan menemukannya,” ujarnya.

Buku Mengubah Nasib menurutnya, adalah buku yang ditulisnya dalam bentuk fiksi biografis. Disebut demikian karena meskipun kisahnya nyata, Ia mengemasnya dan memasukkannya unsur-unsur sastra agar lebih hidup.

Safardy Bora menyebut, buku ini berkisah tentang Hasanuddin Mas’ud, yang sejak kecil sudah terbiasa bekerja, rajin belajar, dan selalu berusaha membantu orang lain. Ia lahir dan tumbuh dalam kesederhanaan, tinggal di rumah panggung di pinggir pantai Kampung Baru.

Namun, redaksi Sumbu Borneo tidak merinci secara detail tetang isi buku tersebut.

“Barangkali inilah salah satu alasan mengapa sang Kadisdikbud Armin tertarik pada buku tersebut. Sebab isi buku itu bisa menjadi motivasi berharga bagi anak-anak sekarang,” kata Safardy Bora.

Sebenarnya,buku Mengubah Nasib bukan buku kewajiban, tetapi sebagai pilihan bacaan yang inspiratif.

“Jadi, perlu saya tegaskan kembali: tokoh yang saya tulis hanyalah tokoh dalam cerita buku tersebut, dan tidak ada kaitannya dengan urusan di luar itu,” pungkasnya.

Senada, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kalimantan Timur Dr.Rahmadi,MPd mengatakan, buku Mengubah Nasib hanyalah sebuah buku yang bisa menjadi motivasi bagi generasi muda.

” Jadi tidak ada motiv lain terkait isi buku itu, kecuali hanya pemberi motivasi sekaligus menginspirasi bagi semua kalangan, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Secarah tepisah, Kadisdikbud Pemprov Kaltim Armin mengklarifikasi isu miring terkait buku Mengubah Nasib yang sempat jadi konsumsi publik.

Armin membantah jika buku tersebut diperjual belikan, sebab tak ada perintah atau instruksi. Hanya berupa saran yang bisa dipertimbangkan, agar buku tersebut bisa jadi bahan bacaan dan di simpan di perpustakaan.

Buku Mengubah Nasib, sebut Armin  bisa jadi motivasi dan sumber inspirasi bagi siapa saja, terutama siswa di sekolah.

” Jadi itu tidak benar kalau ada jual-beli terkait buku tersebut dan tidak diwajibkan. Bahkan Ketua DPRD tak tahu menahu masalah itu,” bantahnya.(sm/dr)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!