Sumbu Borneo

Ketua DPRD Kaltim Tepis Isu Miring Terkait Rencana Pengadaan Mobil Dinas

Pemred Sumbu Borneo Saat Wawancara Dengan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud.( Foto : SB)
Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :

SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID– Polemik terkait pengadaan mobil dinas ( Randis ) Gubernur dan Ketua DPRD Kaltim seakan menjadi bola liar di ruang publik.

Isu miring akhir – akhir ini, mendapat respon dari Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud.

” Perlu saya luruskan bahwa rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp.6,8 M untuk Dewan bukan hanya untuk Ketua DPRD sendiri. Isu seolah-olah saya sendiri Itu tidak benar,” ujar Hasanuddin Mas’ud saat dikonfirmasi, diruang kerjanya, Jumat, 27 Februari 2026.

Hasanuddin Mas’ud mengungkapkan, rencana pengadaan kendaraan dinas ( Randis ) itu diperuntukkan untuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD)

Bicara AKD, sebut Hasanuddin Mas’ud ada unsur Wakil Ketua I, Ketua II dan Ketua III. Selanjutnya, ada komisi – komisi, ada badan anggaran, badan kehormatan dan sebagainya.

” Kami ini kolektif kolegial,” kata Hasanuddin Mas’ud kepada Sumbu Borneo.

Hasanuddin Mas’ud menjelaskan bahwa, proses pengadaan Randis dilakukan secara bertahap dan harus sesuai regulasi, serta didampingi Inpekstorat dan BPK.

Tak sampai disitu, kata dia harus sesuai Standar Satuan Harga( SSH) dan Analisis Standar Belanja(ASB), serta menggunakan E-Katalok.

Mengapa pakai E-Katalok? Hal itu dilakukan untuk menghindari jangan sampai harga ketinggian atau tidak sesuai harga di pasaran.

“Seperti itulah tahapan yang harus dilewati. Tidak singsalabing. Tiba-tiba ada.Begitu pula pengadaan mobil dinas Gubernur semua harus melalui tahapan,” ujarnya.

Selain itu, Hasanuddin Mas’ud menyampaikan bahwa pihak Balai Lelang telah melelang kendaraan yang usia pemakaiannya di atas 5 tahun, bahkan ada sampai 12 tahun.

” Rencana lelang tahap ke dua akan kembali dilaksanakan,” ujarnya.

Mobil yang sudah tua (lama), sebut Hasanuddin Mas’ud terlalu boros dan memerlukan biaya perawatan lebih besar.

Karena itu, kata Hasanuddin Mas’ud rencana pengadaan kendaraan dinas jauh lebih efisien daripada harus membiayai mobil yang sudah tua.

” Ini kan baru rencana, baru mau dianggarkan sudah ribut di luar seolah-olah saya menyaingi Gubernur. Ini kan aneh,” katanya.

Lebih jauh, Hasanuddin Mas’ud mengurai kondisi geografis Kaltim dengan jalan yang menantang tentu membutuhkan mobil yang prima.

Kondisi mobil yang sekarang menurutnya, sudah tidak sesuai. Sebab sudah tua.

Jika dibandingkan era PJ Gubernur sebelumnya, menggunakan helikopter jauh lebih efisien jika menggunakan mobil.

Kenapa demikian, sewa helikopter perbulan, ujar Hasanuddin bisa mencapai 2 M. Jika dikalkulasi 1 tahun kira-kira mencapai terilunan.

” Semestinya kita apresiasi Gubernur yang masih kuat menempuh jalan yang tidak standar. Bahkan rela bermalam 3 hari di jalan,” pungkasnya.
.(Lim/SB)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!