SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID – Maraknya arisan online di media sosial yang menawarkan iming-iming keuntungan cepat dan mudah kini semakin mengkhawatirkan.
Hal tersebut mendapat tanggapan dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Kaltim dan Kaltara, Parjiman saat menjadi pembicara terkait edukasi waspada arisan online, Jumat, 12 Desember 2025.
“Kami akui tingkat literasi masyarakat kita terhadap sektor keuangan masih rendah, yakni 64,4 persen,” ujarnya, dilansir laman resmi Pemprov Kaltim,(12/12).
Dari 100 orang, ujarnya baru sekitar 64 orang yang memahami sektor keuangan.
Ironisnya, tingkat inklusi keuangan justru lebih tinggi, yakni mencapai 86 persen.
Menurutnya, ada gap antara literasi dan inklusi. Banyak yang sudah menggunakan layanan keuangan mulai dari membuka rekening hingga ikut arisan, namun tidak memahami produknya.
” Ini yang memicu kerentanan dan membuat masyarakat mudah tertipu. Mereka tidak tahu secara jelas bagaimana produk itu bekerja,” jelasnya.
Parjiman berpesan agar masyarakat selalu waspada terhadap tawaran arisan online maupun investasi serupa.
Jika ada yang menawarkan, ujarnya cek lembaganya dan cek orangnya. Meski ada testimoni sekalipun.Terutama terkait kejelasan legalitasnya.
“Agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Prinsip 2L (Legal dan Logis) harus menjadi pegangan,” kata Parjiman mengingatkan.
“Pastikan legalitasnya, lalu cek apakah tawarannya logis. Tingkatkan juga pemahaman terhadap sektor keuangan. Jika menerima tawaran arisan, browsing dulu, cari tahu apakah pihak yang menawarkan benar-benar terpercaya,” tambahnya.
Karena itu, kata dia kemudahan akses digital harus diiringi kehati-hatian agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok arisan online. (*)
