SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID– Masa kepengurusan KONI Kaltim di bawah komando Rusdiansyah Aras akan berakhir pada Februari 2026 mendatang.
Tahapan musyawarah olahraga provinsi (musorprov) pun mulai digulirkan. Rapat kerja provinsi (rakerprov) KONI Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3 Januari mendatang di Aula Kadrie Oening Tower, Samarinda.
Dari rakerprov itulah, rangkaian agenda organisasi akan bergulir secara bertahap hingga puncaknya musorprov.
Forum tersebut akan melahirkan ketua baru yang memimpin induk olahraga Kaltim untuk periode 2026–2030.
Keputusan Rusdiansyah Aras yang memilih tidak maju untuk periode kedua, dipastikan akan munculnya kandidat baru untuk bersaing di ajang Musprov Koni itu.
Namun, evaluasi terhadap capaian kontingen Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh–Sumut menjadi pertimbangan utama.
“Saya menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu, izinkan saya mendukung dari belakang dan memberi ruang bagi estafet prestasi yang lebih baik,” ujar Rusdiansyah Aras saat jumpa pers, Rabu (31/12).
Meski demikian, pria yang akrab disapa Rusdi itu tidak menutup mata terhadap sejumlah skenario yang mungkin terjadi.
Salah satunya adalah opsi perpanjangan masa kepengurusan, yang berkaitan langsung dengan kondisi fiskal KONI Kaltim pada awal 2026. Termasuk pembiayaan musorprov Februari mendatang.
Rusdi menjelaskan, dana yang dikelola KONI Kaltim hanya berlaku hingga 31 Desember 2025 dan wajib dipertanggungjawabkan sebelum 10 Januari 2026.
Jika administrasi tidak tuntas, dana tersebut berpotensi ditarik pemerintah, sehingga kas KONI Kaltim bisa nihil.
“Kalau itu terjadi, kegiatan seperti musorprov jelas terdampak. Otomatis pembentukan kepengurusan baru pun tertunda,” jelas Rusdi.
Dalam kondisi tersebut, menurutnya opsi paling realistis untuk menjaga roda organisasi tetap berputar adalah memperpanjang masa kepengurusan yang ada.
Rusdi menegaskan, langkah tersebut murni demi keberlangsungan KONI Kaltim, tanpa kepentingan pribadi maupun agenda tersembunyi.
“Ini semata-mata untuk menyelamatkan KONI. Secara aturan juga dimungkinkan karena tercantum dalam AD/ART,” tegasnya.
Rusdi juga menjamin, begitu dana hibah KONI Kaltim 2026 cair, rangkaian musorprov akan langsung dilanjutkan. Jika pencairan terjadi Februari, musorprov bisa digelar selepas lebaran Idul Fitri pada Maret mendatang.
“Dengan begitu, tidak ada agenda yang terhambat dan semua tetap berjalan sesuai koridor organisasi,” ujarnya.
Sebagai informasi, melalui APBD Kaltim 2026, KONI Kaltim memperoleh alokasi hibah Rp16,5 miliar. Angka tersebut merupakan hasil rasionalisasi akibat pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Meski sebelumnya, KONI Kaltim sempat diplot menerima anggaran sebesar Rp45,5 miliar.(*)
