Bontang,sumbuborneo-
Matahari pagi yang cerah, sinarnya mulai hangatkan tubuh, saat memasuki perkampungan nelayan pelabuhan Berbas pantai Bontang Selatan,Kaltim, Kamis, 14 Agustus 2025.
Mata mulai dimanja dengan rumah – rumah terapung yang tiangnya terbuat dari kayu uling menancap kokoh ke dasar laut. Berjalan kaki menuju bibir pantai kurang lebih 100 meter, ratusan perahu – perahu nelayan asal Mandar nampak berjejer rapi.
Seorang nelayan bernama Isak asal manjopahit, Karama, Polman, Sulbar, bercerita tentang perjalanannya mulai dari Polman sampai ke Bontang dengan mengarungi gelombang laut untuk menangkap ikan.
Areal pemasangan rompong milik Ishak sekira 300 mil lebih dekat ke Bontang ketimbang Mamuju, Sulbar.
Ishak mengakui bahwa pemasangan rompong dibiayai oleh punggawa di Bontang. Biayanya bisa mencapai rp20 juta per rompong.
Ketergantungan itu membuatnya tak berdaya.” Semua biaya kebutuhan kami ditanggung oleh punggawa,” ujarnya
Harga ikan di Bontang, kata Ishak bervariasi. Namun, rata-rata hasil tangkapannya mencapai 1 ton lebih.
Ishak yang masih terbilang muda telah menghabiskan hidupnya di laut.(bersambung)
