Sumbu Borneo

Profil Gubernur Riau Abdul Wahid, Terjaring OTT KPK

Gubernur Riau Abdul Wahid.(Foto: Wikipedia)
Nasional-SumbuBorneoID
Bagikan :

JAKARTA.SUMBU BORNEO.ID- Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring OTT KPK. Dalam operasi tangkap tangan KPK mengamankan sepuluh orang di Riau, pada Senin, 3 Nopember 2025 malam.

Kini, Abdul Wahid telah tiba di Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan pasca terjaring OTT di Riau.

Seperti apa karir politik dan organisasi Gubernur Riau itu?. Berikut profilnya.

Dikutip dari Wikipedia, Abdul Wahid menyelesaikan pendidikan Strata Satunya  di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, jurusan Pendidikan Agama Islam, dan meraih gelar Sarjana (S-1) pada 2004.

Ia kemudian mengambil kuliah S-2 Ilmu Politik dan meraih gelar Magister Sains dari Universitas Riau pada 2021.

Karier politik

Abdul Wahid mulai aktif dalam dunia politik sejak awal 2000-an. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Riau selama dua periode, yaitu 2002–2004 dan 2004–2009.

Ia juga pernah menjadi Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 2002–2003.
Kariernya berlanjut dengan menduduki posisi Sekretaris Dewan Tanfidz DPW PKB Riau pada 2006–2011, sebelum kemudian dipercaya sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Riau sejak 2011.

Di legislatif, Abdul Wahid menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB di DPRD Provinsi Riau selama dua periode, 2009 -2019.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI.

Selanjutnya, Ia maju dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 sebagai calon Gubernur Riau, berpasangan dengan S. F. Hariyanto sebagai calon Wakil Gubernur Riau.

Pasangan ini berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan tersebut, sehingga Abdul Wahid ditetapkan sebagai Gubernur Riau terpilih untuk periode 2025 hingga 2030.

Kegiatan organisasi dan bisnis

Selain aktivitas politik, Wahid juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau periode 2011–2017, serta sebagai Pembina Pimpinan Daerah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PD Perti) Riau untuk periode 2022–2027.

Dalam bidang olahraga, Wahid menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Riau sejak 2016.

Di luar kegiatan sosial dan politik, Wahid juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Ia menjabat sebagai Direktur PT Malay Nusantara Cipta sejak tahun 2002.

Hingga akhirnya, terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Riau pada 3 November 2025.(*)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!