BONTANG.SUMBU BORNEO.ID– Pemkot Bontang telah menetapkan 7 program unggulan menjadi prioritas utama dalam rancangan APBD 2026.
Hal itu dirumuskan dalam rapat paripurna DPRD yang berlangsung di Pendopo Rujab Wali Kota. Rumusan itu terkait masa depan pembangunan dan kesejahteraan warga Bontang.
Dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memaparkan secara transparan di hadapan para anggota DPRD dan pemangku kepentingan bahwa rancangan APBD ini menjadi fondasi untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan kota.
Dengan proyeksi belanja daerah sebesar Rp2,878 triliun, pemerintah akan memfokuskan setiap rupiah anggaran untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat.
“APBD 2026 diharapkan sehat, responsif, dan pro-rakyat. Ini hanya bisa terwujud melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota, DPRD, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Agus Haris, dikutip dari laman bontangkota.go.id,Jumat malam (19/9).
Apa saja ketujuh program unggulan menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan tahun depan?, diantaranya Bontang Sehat, Bontang Pintar, dan berbagai inovasi pelayanan publik yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.
Agus Haris juga menyampaikan, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, salah satunya potensi penurunan pendapatan akibat ketergantungan pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Bahkan Wali Kota Bontang telah mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan penolakan dan rekomendasi resmi melalui APEKSI untuk mengantisipasi dampak pengurangan TKD terhadap keberlanjutan pembangunan kota,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menegaskan, bahwa rapat paripurna ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif.
Nota keuangan yang telah disampaikan kini akan dibahas dan dikaji secara mendalam oleh DPRD sebelum ditetapkan menjadi APBD.
“Sebagai dokumen bersama, nota keuangan ini harus dikawal dengan penuh tanggung jawab, agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat,” ujar Faizal.
Dengan proyeksi belanja yang ambisius dan berbagai tantangan ke depan, Pemkot Bontang berharap perencanaan APBD 2026 mampu menjadi pondasi pembangunan yang inklusif, memastikan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.(*)
