BONTANG.SUMBU BORNEO.ID – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 PT. Pupuk Kalimantan Timur , Kamis (29/01/2026) pagi di area Pabrik Pupuk Kaltim.
Sejumlah tokoh hadir, diantaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Listyo Sigit Wamentan Sudaryono, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, hingga Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke-XXI Adji Mohammad Arifin, serta Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro dan Danrem.
Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengungkapkan proses Revamping Ammonia Pabrik-2 dilakukan melalui modernisasi teknologi sehingga produksi lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing.
“Pabrik Ammonia 2 dengan peremajaan ini bisa menghemat biaya operasi sebesar Rp 200 miliar, dan menjadi lebih hijau karena ada penurunan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Pemkot Bontang,(29/1).
Bahkan, kontraktor yang mengerjakan juga merupakan kontraktor lokal, sebanyak 79 pekerja merupakan tenaga kerja lokal yang ada di sini.
Ammonia Pabrik-2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tercatat memiliki kapasitas produksi sebesar 595.000 ton amonia per tahun serta 570.000 ton urea per tahun.
Dalam upaya meningkatkan kinerja operasional, Pupuk Kaltim melakukan revamping melalui pembaruan teknologi proses pada sejumlah unit utama, meliputi shift converter, ammonia converter, serta sistem pemisahan COâ‚‚ (COâ‚‚ removal system).
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus keandalan operasi pabrik. Selain itu, perusahaan juga menerapkan otomatisasi dan digitalisasi pada sistem pengendalian dengan mengadopsi Distributed Control System (DCS), yang menggantikan sistem pneumatik sebelumnya, guna mendukung operasional yang lebih modern dan terintegrasi.
Revamping pabrik menjadi bukti nyata komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam memimpin transformasi hijau industri pupuk dan petrokimia nasional.
Pabrik tertua milik Pupuk Kaltim yang telah beroperasi sejak 1984 tersebut akan diperbarui guna meningkatkan efisiensi energi dalam proses operasional.
Selain mendorong kinerja pabrik yang lebih optimal, langkah ini juga ditujukan untuk menghasilkan produk yang semakin kompetitif di tengah persaingan global, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi yang dicanangkan pemerintah.
Adapun proses revamping pabrik resmi dimulai dengan penandatanganan kontrak yang dilaksanakan pada 1 November 2023 lalu.(*)
