IKN.SUMBU BORNEO.ID- Tingginya minat masyarakat yang berkunjung untuk melihat lebih dekat perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur lebaran menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM.
Juru bicara Otoritas IKN Troy Pantouw mengatakan, arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
“Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujar Troy yang juga Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, sebagaimana dilansir laman resmi IKN,(28/3).
Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan omzet selama periode libur lebaran.
Seorang pedagang dari Rumah Makan Global, Kevin mengaku omzetnya meningkat, seiring bertambahnya jumlah pengunjung.
Kevin merupakan pelaku UMKM yang hanya berjualan makanan dan minuman di area glamping IKN.
“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,” ujarnya.
Pelaku UMKM lainnya bernama Nita dari Café Sepaku Empat mengaku penjualannya meningkat signifikan pada hari-hari awal Lebaran.
“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” kata Nita.
Nita yang berjualan mochi menjadi produk yang paling laris. Meskipun proses pembuatannya cukup lama penjualannya sangat cepat, terutama diminati oleh anak-anak.
Wahyu, seorang penjual dawet ayu “Bang Brewok” yang berjualan di area Plaza Seremoni juga mencatat peningkatan penjualan dagangannya.
“Omzet penjualan itu sekitar Rp10 sampai Rp12 juta per hari,” kata Wahyu.
Sementara,pelaku UMKM souvenir Nusantara, Dina mengatakab omzetnya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama dari penjualan baju Nusantara.
Sedangkan, kuliner modern Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto mengungkapkan omzetnya juga meningkat saat libur dan adanya kegiatan di kawasan IKN.
“Misal liburan gini atau ada event kita bisa tembus Rp10 atau Rp15 juta, kalau ga ada event Rp2 atau Rp3 juta,” ujar Ichi.
Sri Mus Mulyawati, dari D’sweet Nusantara, menyampaikan bahwa produk bakwan Malang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Sri mengungkapkan bahwa rasanya (bakwan) itu bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri. Katanya kalau ke IKN itu ingetnya bakwan malang d’sweet.
“Selama Lebaran, omzet bisa mencapai Rp10 sampai Rp20 juta per hari. Banyak pengunjung datang kembali karena mengingat menu kami,” katanya.
Ia menambahkan bahwa akses menuju kawasan IKN menjadi faktor penting dalam peningkatan jumlah kunjungan. Pembukaan akses jalan selama periode libur dinilai berpengaruh terhadap tingginya arus pengunjung.
Sementara, Otorita IKN memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang sudah membuka outlet di berbagai titik di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) di IKN, serta kepada pelaku UMKM yaitu pedagang makanan dan minuman, merchandise yang berasal dari warga sekitar.(*)
