Sumbu Borneo

Kembalikan Kejayaan  Sepakbola di Bontang, Pemkot Gandeng Perusahaan

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris Gelar Rapat Kordinasi, Gandeng Perusahan Bentuk Club Sepakbola Bontang. (Foto : KMF – Firman)
Berita-SumbuBorneoID
Bagikan :

BONTANG.SUMBU BORNEO.ID– Masih ingat PKT Bontang? Sebuah club sepokbola yang lahir di Bontang dan punya perjalanan sejarah tersendiri di dunia sepokbola Indonesia.

Club ini menjadi kebanggaan warga Bontang dan sempat diperhitungkan di liga Indonesia. Di tahun 2000-an club asal Kaltim ini pernah menduduki Runner – up di liga Indonesia.

Club yang pernah dinaungi perusahaan BUMN Pupuk Kaltim ini, tinggal kenangan.
Kini Pemkot Bontang ingin kembali membangkitkan kejayaan sepak bola di Kota yang pernah melahirkan club mentereng sekelas Bontang PKT.

Salah satunya membangun sinergi antara dunia usaha dalam pengembangan olahraga melalui mekanisme Tangung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan( TJSLP ).

Ruang strategis ini, mencoba dielaborasi Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) , serta sejumlah perwakilan perusahaan yang beroperasi di Kota Taman, Kamis, 25 September 2025 di Rujab Wali Kota.

Dalam pertemuan ini, telah mencapai kesepakatan penting, yakni pembentukan tim sepakbola yang akan dibiayai melalui program TJSLP perusahaan.

“Lewat pertemuan ini, kita sepakat bahwa pembentukan tim sepakbola akan dikerjakan bersama melalui peran serta perusahaan lewat TJSLP-nya masing-masing. Ini jadi tonggak awal kolaborasi dunia usaha dan pemerintah dalam memajukan olahraga di Bontang,” ujar Agus Haris,dikutip dari bontangkota.go.id.

Agus Haris menekankan, agar program ini berjalan terukur dan berkelanjutan, diperlukan penyusunan proposal rinci yang menggambarkan kebutuhan, serta besaran anggaran yang diperlukan.

Ia juga menginstruksikan kepada Dispoparekraf Kota Bontang untuk segera menyusun proposal kerja sama yang akan diajukan ke masing-masing perusahaan.

“Kami minta Dispoparekraf merancang proposalnya, agar bisa dihitung berapa besar kebutuhan pendanaannya dan bagaimana pola implementasinya di lapangan,” ujarnya.

Bahkan sejumlah masukan dari pihak perusahaan telah dicatat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan proposal tersebut.

“Kesimpulannya, semua sepakat mendukung. Meskipun tadi ada beberapa catatan dari pimpinan perusahaan, kita akan tindak lanjuti dengan permohonan resmi dan rencana kerja yang terukur,”katanya.

Tak hanya sepakbola, rapat koordinasi juga menyoroti pentingnya pembinaan cabang olahraga (cabor) lainnya yang memiliki potensi dan prestasi.

Sebab itu, Dispoparekraf sebagai leading sektor pembinaan olahraga ditunjuk untuk memetakan cabor-cabor unggulan yang layak mendapat dukungan tambahan.

Bahkan, Cabor-cabor yang memiliki prestasi akan  dimaksimalkan pembinaannya melalui sinergi TJSLP.

“Jadi, kita tidak hanya fokus ke satu olahraga, tapi menyeluruh,” sebutnya.

Ia berharap, kolaborasi lintas sektor ini mampu menjadi model baru dalam pengembangan olahraga di daerah, sekaligus membuka jalan bagi talenta-talenta muda Bontang untuk berkembang dan berprestasi di kancah regional maupun nasional.

Rapat koordinasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Bontang dalam menggerakkan sektor olahraga melalui pendekatan partisipatif, dengan menggandeng perusahaan-perusahaan lewat program TJSLP.

Sehingga diharapkan, pendanaan olahraga kedepan tidak lagi semata-mata bergantung pada APBD, tetapi turut menjadi tanggung jawab sosial bersama.(*)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!