ACEH.SUMBU BORNEO.ID – Kota Banda Aceh dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berencana menjalin kerjasama untuk mengembangkan bisnis minyak wangi
Seperti diketahui, ibu kota Provinsi Aceh itu telah membulatkan tekad untuk menjadi Kota Wangi. Andalan mereka adalah parfum atau minyak wangi berbahan utama nilam.
Ke depan, Kota Banda Aceh akan terus memperluas jangkauan mereka ke pasar dunia dengan memadukan nilam dan gaharu yang diperkirakan masih banyak tersedia di Kaltim.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kehadiran Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Kita sudah berkomunikasi sejak awal untuk berkolaborasi antara Banda Aceh dengan Kalimantan Timur,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal di Rumah Jabatan Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Illiza, Aceh memiliki komoditas nilam yang bagus dengan kualitas terbaik di dunia. Potensi ini sangat baik jika dilanjutkan dengan hilirisasi parfum.
Menurutnya, pegiat parfum semakin banyak. Alasan itulah Kaltim dan Banda Aceh telah menandatangani kesepakatan saat soft launching Banda Aceh menjadi Kota Parfum, beberapa waktu lalu dan akan ditindaklanjuti.
“Kami sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian Ekraf, kerja sama universitas, ILO dan penjajagan dengan Grass, sebuah kota parfum pertama di Perancis,” ujar Wali Kota Illiza, dikutip dari vivaborneo,(3/1).
Sedangkan Kaltim sangat dikenal dengan gaharunya. Dia yakin, perpaduan antara bahan nilam dari Aceh dan gaharu dari Kaltim akan melahirkan keunggulan dan ciri khas tersendiri bagi Indonesia.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyambut baik inisiatif kolaborasi bisnis tersebut.
“Ini akan menjadi parfum legend di dunia yang menggabungkan nilam dan gaharu,” kata Rudy.
Melihat potensi gaharu di Kaltim masih banyak tersebar di hutan-hutan Kaltim, seperti di Berau, Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser. Kerja sama ini akan menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kaltim.
Ketua Umum APPSI ini pun mengajak masyarakat Indonesia selanjutnya menggunakan produk parfum khas perpaduan nilam-gaharu kolaborasi Aceh dan Kaltim. (*)
