BONTANG.SUMBU BORNEO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat puncak banjir kemungkinan terjadi pada 4 dan 5 Januari 2026. Tinggi air diperkirakan mencapai 2,9-3 meter di atas permukaan air laut.
Perkiraan banjir bakal berdampak di sejumlah wilayah sekitar pesisir di Bontang. Antara lain kelurahan Tanjung Laut, Bontang Kuala, Bontang Baru, Guntung, Tanjung Laut Indah, Berebas Tengah dan Berebas Pantai.
“Ini masih dalam bentuk prediksi megacu ke BMKG,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang , Eko Mashudi, dikutip dari ekspresi.co, Jumat 2 Januari 2025.
Eko beralasan, melihat pengalaman sebelumnya di tahun 2025 yang sering terjadi.
“Biasanya kemungkinan prediksi itu terjadinya 90 persen,” ujarnya.
Eko mengungkapkan, sebagian masyarakat Bontang pernah mengalami banjir rob yang mengakibatkan barang-barang mereka hanyut. Sebab warga terlambat mengantisipasi bencana.
Untuk itu masyarakat yang diperkirakan terdampak diimbau memindahkan barang berharganya ke tempat aman agar terhindar dari luapan air banjir Rob.
Selain itu, BPBD Kota Bontang juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di luar ruangan banjir rob terjadi. Agar bisa meminimalisir bahaya satwa liar seperti Buaya.
“Perlu mitigasi masyarakat agar bisa siap siaga,” imbuh Eko. (*)
