Sumbu Borneo

“Islam mengangkat Martabat Perempuan”

Opini-SumbuBorneoID
Bagikan :

Oleh : Prof.Dr.Abzar Dursesa

Prof. Dr. Abzar Duraesa, Dekan FAK. Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UINSI Samarinda membuka secara resmi PBAK mahasiawa baru FUAD 2025.

Jargon yang selalu disampaikan oleh para aktivis mhs ketika memmberikan motivasi kepada para mahasiswa baru; “Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup perempuan yang berlawan”. Jargon ketiga ini sesungguhnya sangat Islami. Mengapa demikian? Jawabnya, sebelum.datangnya Islam di jazirah Arabiyah, sebelumnya yang memegang kendali kekuasaan adalah kaum kafir Quraisy yang disebut zaman Jahiliyah.

Jahiliyah adalah periode masa pra-Islam di Jazirah Arab, yang ditandai dengan kebodohan moral, spiritual, dan sosial masyarakatnya, bukan sekadar kebodohan intelektual. Masyarakat pada masa itu hidup dalam kegelapan karena tidak mengetahui ajaran agama yang benar, sehingga banyak melakukan perbuatan buruk seperti minum anggur, berjudi, riba, dan melakukan kemungkaran lainnya, serta memiliki sistem sosial yang berdasarkan fanatisme kesukuan (ashobiyah) tanpa hukum yang jelas.

Ciri-ciri Zaman Jahiliyah:
Kebodohan dan Ketidakjelasan Moral: Masyarakat buta mata hati, tidak memiliki petunjuk Tuhan, dan hidup tanpa norma moral yang jelas.

Fanatisme Kesukuan (Ashobiyah):

Masyarakat sangat terikat dan fanatik terhadap sukunya, yang menyebabkan konflik dan tidak adanya persatuan.
Ketiadaan Hukum dan Norma yang Jelas:
Tidak ada sistem hukum atau aturan yang mengatur kehidupan sosial, dan pengambilan keputusan sering dilakukan melalui pengundian nasib (al-azlam).

Perilaku Buruk dan Tidak Beradab:

Melakukan perbuatan seperti perjudian, minum anggur, riba, percabulan, dan praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Perbudakan dan Ketidakadilan sosial

Terdapat ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang signifikan, di mana kaum bangsawan dan petani miskin sering kali tidak mendapatkan perlakuan adil.
Politeisme (Pemujaan Banyak Tuhan):
Masyarakat Arab pada masa itu menyembah banyak tuhan dan berhala.
Mengapa Disebut Zaman Jahiliyah?
Istilah “Jahiliyah” (dari kata jahala yang berarti bodoh) digunakan karena masa ini merupakan periode di mana bangsa Arab sangat jauh dari petunjuk dan ajaran yang benar dari Tuhan, yang kemudian datang melalui Nabi Muhammad SAW dengan agama Islam. Islam membawa pencerahan dan mengakhiri era kegelapan ini dengan membawa ajaran yang menjunjung moralitas dan etika.

Islam mengangkat derajat perempuan

Dalam konteks ini lah, penulis memandang jargon “Hidup prempuan yang melawan” ini sangat relevan dengan konteks kehadiran Islam di jazirah Arabiyah kala itu. Kehadiran Islam dengan konsep “Lizzakari mitslu Hazzil Untsayaini” bahwa laki laki mendapatkan dua bahagian yang diperoleh perempuan dalam hak waris, konsep ini menunjukkan penempatan derajat wanita jauh di atas posisi sebelumnya, di mana pada masa Arab Jahiliyah, jangankan mendapat harta warisan, bahkan perempuan menjadi harta warisan…
(Wallahu a’lam bis shawab)

Berita-Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!