SAMARINDA.SUMBU BORNEO.ID- Ratusan Warga Mandar Sulbar yang tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat ( KKMSB ) Wilayah Kalimantan Timur hadiri buka bersama yang berlangsung di Rujab Ketua DPRD Kaltim H.Hasanuddin Mas’ud yang berlangsung, Sabtu, 21 Februari 2026.
Suasana yang penuh kekeluargaan, buka bersama, sekaligus tarwih pertama KKMSB Kaltim ini berlangsung khidmat dengan diisi ceramah Ramadan oleh Ustasd Prof.Abdul Majid.
Dalam ceramahnya, Prof.Addul Majid menekankan tiga point penting dalam keistimewan bulan suci ramadan, dibanding bulan lain.

Pertama, bulan yg dipilih oleh Allah untuk Kitab Sucinya, diantaranya Suhuf Ibrahim turun di awal Ramadhan, Taurat di malam ketiga, Injil di malam keenam dan al- Quran malam ketujuh belas.
Kedua, bulan Ramadhan juga dipilih oleh Allah untuk pelaksanaan ibadah wajib puasa.
Ketiga, seluruh kebaikan yang dilakukan kaum beriman dilipatgandakan oleh Allah swt.
Artinya, siapa yang melakukan satu kebaikan maka kebaikannya itu akan sama nilainya dengan satu amalan wajib di luar Ramadhan. Dan siapa yang melakukan satu kewajiban maka perbuatannya sama dengan tujuh puluh kali perbuatan yang sama di luar Bulan Ramadhan.
Karena itu, sebut Prof.Abdul Majid seluruh kebaikan dilipatgandakan oleh Allah maka tidak aneh kemudian Nabi bersabda bahwa ketika Ramadhan tiba terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka dan terbelenggu syaithan.

Dosen UINSI Samarinda ini menyebut, karena semua orang sibuk mengejar banyak kebaikan maka di bulan puasa itu terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka karena maksiat tidak ada dan terbelenggu syaithan.
” Syaitan tidak berdaya, tidak ada celah menggoda kaum beriman. Terbelenggunya syaitah ini sifatnya personal, tergantung pada pribadi setiap orang,” ujarnya, sembari diselingi dengan dialek bahasa daerah mandar.
Menurut Prof Adul Majid yang juga Ahli hadis ini, ada orang yang setannya terbelenggu karena dia sibuk beribadah namun ada juga syetannya bebas karena dianya berbuat maksiat.(*)
